Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 19.06 WIB

Jelang Operasi Ketupat 2026, Polda Metro Jaya Ingatkan Seluruh Pelaku Usaha Patuhi Pembatasan Operasional Angkutan Barang

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com). - Image

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).

JawaPos.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengingatkan seluruh pelaku usaha mematuhi aturan pembatasan operasional angkutan barang selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung. Hal itu ditekankan kembali lantaran pada periode mudik dan balik tahun ini, ada jutaan masyarakat Indonesia yang akan bepergian menggunakan jalur tol dan jalur arteri.

Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, pembatasan operasional angkutan barang dilakukan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Pembatasan itu berlaku untuk seluruh angkutan barang yang mengandalkan kendaraan sumbu tiga atau lebih.

Komarudin menyatakan bahwa jajarannya di Polda Metro Jaya akan mulai melakukan pengawasan secara ketat pada Jumat (13/3) sampai Minggu (29/3). Langkah itu diambil merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) bernomor KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, dan 20/KPTS/Db/2026.

”Kami menghimbau kepada para pelaku usaha, termasuk transporter, agar pembatasan kendaraan sumbu tiga selama pelaksanaan operasi ini dapat dipatuhi,” kata Komarudin kepada awak media di Jakarta.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyatakan bahwa pembatasan operasional angkutan barang perlu dilakukan semata-mata untuk menjamin keselamatan pemudik. Namun bukan berarti polisi melarang para pelaku usaha mendistribusikan barang. Komarudin menyarankan mereka untuk menggunakan kendaraan yang lebih kecil, bukan kendaraan sumbu tiga ke atas.

Tahun ini, Polri mengerahkan 161 personel gabungan untuk mengawal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Rencananya operasi tersebut berlangsung selama dua pekan. Mulai 13-25 Maret mendatang. Pengerahan ratusan ribu personel ditujukan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada para pemudik.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mengusung tema Mudik Aman dan Keluarga Bahagia. Untuk memastikan operasi tersebut berjalan dengan baik, Polri mengedepankan pendekatan preemptive, preventive, dan penegakan hukum. Dia menekankan, operasi ketupat sebagai operasi kemanusiaan.

”Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” jelas dia.

Tagging: Operasi Ketupat, Balik, Mudik, Polda Metro Jaya, Polri

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore