Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2026 | 02.38 WIB

Kemlu Imbau Warga Tunda Perjalanan dari dan ke Timur Tengah Imbas Perang Iran-AS-Israel

Cuplikan gambar ini diambil dari siaran televisi pemerintah Iran pada 28 Februari 2026 (Al Jazeera)

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan dari dan ke kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga negara Indonesia (WNI), terutama bagi mereka yang berencana melakukan perjalanan maupun transit di wilayah terdampak. Kemlu menilai situasi keamanan di kawasan tersebut masih berpotensi berkembang dan belum sepenuhnya kondusif.

Dalam pernyataan resminya melalui akun Instagram kemlu_ri, pemerintah juga memastikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan para WNI di kawasan Timur Tengah terus dilakukan secara intensif.

"Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menialin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah terdampak," tulisnya, dikutip Minggu (1/3).

Kemlu juga meminta seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan dari otoritas setempat.

"Seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat," imbaunya.

Selain itu, masyarakat Indonesia yang memiliki rencana perjalanan ke kawasan Timur Tengah diminta mempertimbangkan ulang rencana tersebut hingga situasi dinilai lebih aman.

"Masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situas lebih kondusif," tegas Kemlu.

Kemlu juga menyediakan sejumlah hotline darurat yang dapat dihubungi WNI jika menghadapi kondisi mendesak di luar negeri.

"Dalam situasi darurat, WNI dapat segera nenghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WN Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 312-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI sebaga berikut: KBRI Riyadh: +966 569173990 <JRI Jeddah: +966 503609667 KBRI Abu Dhabi: +971 566156259 <JRI Dubai: +971 564170333 +971 56332261 KBRI Doha: +974 44657945 44664981 / 33322875 KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760 KBRI Manama: +973 38791650 KBRI Amman: +962 779150407 KBRI Rachdad +964 776984202/," pungkasnyam

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di kawasan terdampak konflik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore