
Pekerja memakai payung saat hujan mengguyur kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026 seiring penguatan Monsun Asia.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa hasil analisis menunjukkan aliran angin baratan yang cukup dominan akibat penguatan Monsun Asia mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Kondisi tersebut diperkuat aktivitas Madden-Julian Oscillation yang berada pada fase Samudra Hindia serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin atau konvergensi, terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Menurut dia, kombinasi faktor dinamika atmosfer itu meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah selama periode tersebut.
BMKG memprakirakan pada 15 hingga 16 Februari potensi hujan lebat berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Memasuki 17 hingga 18 Februari, potensi serupa diperkirakan masih terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu pada 19 Februari wilayah yang perlu mewaspadai hujan lebat meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan, sedangkan pada 20 hingga 21 Februari potensi masih berlanjut di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani menambahkan pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi sesuai tingkat risiko wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di daerah aliran sungai dan lereng curam, serta memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
