
Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/2). (IST)
JawaPos.com - Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/2).
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Balai Latihan Kerja (BLK) Flying Ash and Bottom Ash (FABA), yakni fasilitas pengolahan residu pembakaran batu bara dari PLTU Adipala, Cilacap, milik PT PLN. Di tempat tersebut, para narapidana mengolah limbah FABA menjadi produk bernilai guna.
Saat kunjungan berlangsung, sebanyak 15 narapidana terlihat mengolah FABA menjadi batako, paving block, dan material sejenis. Empat orang menuangkan FABA ke mesin cetak, empat lainnya menerima hasil cetakan di bagian depan mesin, sementara tujuh narapidana memindahkan dan menyusun paving block yang telah dicetak.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, yang turut menyaksikan kegiatan menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Ia menilai, kegiatan ini sangat produktif dan menjadi bagian dari upaya pembinaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Kita sedang berada di workshop FABA, tempat kreativitas dan produktivitas Nusakambangan sebagai bagian dari penyatuan warga binaan dengan masyarakat. Mereka dilatih untuk produktif dengan memanfaatkan bahan dari limbah industri, termasuk limbah PLTU,” kata Marinus dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2).
Ia menambahkan, program FABA merupakan salah satu bentuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikembangkan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan.
“FABA ini salah satu contoh UMKM yang dibangun di dalam lapas sebagai aktivitas warga binaan. Sangat produktif karena limbah industri bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Marinus mengaku terinspirasi melihat para narapidana mampu mengubah limbah menjadi batako yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, rumah, dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Untuk membangun ekonomi rakyat, ini bisa menjadi inspirasi yang sangat baik. Produknya bermanfaat dan juga terjangkau,” ucapnya.
Selain meninjau pengolahan FABA, Komisi XIII bersama Menteri Imipas juga mengunjungi lokasi pengembangbiakan ikan sidat, sejenis belut, yang dikelola oleh warga binaan.
Marinus kembali mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan itu membantu para narapidana memiliki keterampilan dan kedisiplinan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Sangat kreatif dan menurut saya ini ide yang hebat. Warga binaan dibekali keahlian dan kedisiplinan. Ketika nanti kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki modal keterampilan dan pengalaman kerja. Ini sangat bermanfaat,” tuturnya.
Ia juga menyebut, para warga binaan mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut. Upah itu dapat menjadi modal awal untuk membuka usaha setelah mereka bebas.
“Ketika keluar, mereka tidak mulai dari nol. Sudah ada modal dan pengalaman. Itu yang penting,” pungkasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
