Megawati Soekarnoputri bersama Puan Maharani menghadiri syukuran HUT ke-100 Meriyati Roeslani, istri dari Kapolri legendaris, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. (Istimewa).
JawaPos.com – Istri Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada usia 100 tahun. Meri Hoegeng mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (3/2).
Meri Hoegeng lahir di Jogjakarta pada 23 Juni 1925, pada masa Hindia Belanda, dari pasangan dr Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.
Perjalanan cintanya dengan mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso bermula saat keduanya menjadi pemeran sandiwara radio bertajuk Saija dan Adinda, yang disiarkan di Radio Angkatan Laut, Darat, dan Oedara (ALDO) Jogjakarta serta RRI Jogjakarta.
Meri menikah dengan Hoegeng di Jogjakarta pada 31 Oktober 1946. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Renny Soerhanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.
Semenjak menikah, Meri dikenal selalu mendampingi suaminya. Ia ikut menghadapi masa-masa sulit, termasuk saat harus mengungsi pada Agresi Militer Belanda I, hingga ketika Hoegeng ditugaskan di Medan sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminal (Kabareskrim) pada 1956.
Ketika Hoegeng bertugas di Jakarta dan belum mendapatkan jabatan, Meri membuka usaha toko bunga di Pasar Cikini untuk mendukung kebutuhan keluarga.
Namun, ketika Hoegeng diangkat sebagai Kepala Jawatan Imigrasi, Meri menutup usahanya atas permintaan suami, agar relasi di jawatan tersebut tidak memonopoli pembelian bunga dan merugikan toko bunga lain.
Setelah Hoegeng pensiun dini dari kepolisian, Meri dan suami menekuni hobi seperti melukis dan menyanyi, bahkan membuka usaha melukis untuk mendukung kebutuhan keluarga. Mereka juga sempat mengisi acara di radio dan televisi, termasuk program The Hawaiian Seniors di TVRI, sering kali tampil berduet menyanyikan lagu bernuansa Hawaii, sebelum Hoegeng dicekal karena keterlibatannya dalam Petisi 50.
Pasangan Hoegeng dan Meri menghabiskan masa tua di Depok, hingga Hoegeng meninggal pada 2004. Selama hidupnya, Meri tidak pernah terlibat dalam kepengurusan organisasi istri kepolisian.
Pada Juni 2025, Meri merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Bertepatan dengan momen tersebut, ia meluncurkan buku biografi berjudul Meriyati Hoegeng – 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian, yang disusun oleh cucunya, Krisnadi Ramajaya Hoegeng.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
