
Warga sekitar mendekati sinkhole yang mendadak muncul di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. (Padang Ekspres)
JawaPos.com - Sinkhole ternyata tidak hanya terjadi di Situjuah, Sumatera Utara saja. Sebelumnya fenomena ini juga terjadi di berapa wilayah di Indonesia, seperti di Jogjakarta maupun di Kabupaten Jawa Timur.
Fenomena alam ini kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, terkhusus di kawasan yang terbentuk dari batu gamping. Ini terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah.
Dari pantauan JawaPos.com di laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) wilayah yang pernah terjadi sinkhole yakni Gunung Kidul (Jogjakarta), Kebumen (Jawa Tengah), Maros (Sulawesi Selatan), Situjuah Limo Nagari (Sumatera Barat), Blitar dan Pacitan (Jawa Timur).
Pada tahun 2017, amblesan telah terjadi di Desa Semanu, Gunung Kidul berdiameter sekitar 6 meter dan kedalaman 3 meter. Di Semanu, sinkhole muncul karena air hujan yang menggenangi dolina (lekukan tertutup di permukaan akibat pelarutan batuan kapur), kemudian menyusup ke rongga bawah tanah, membawa serta lapisan tanah di atasnya.
Gunung Kidul sendiri merupakan salah satu wilayah dengan intensitas sinkhole tinggi di Indonesia. Kawasan ini termasuk dalam bentang alam Karst Gunungsewu yang terbentuk dari proses pelarutan batu kapur selama ribuan tahun, membentang dari Bantul, Gunung Kidul, Wonogiri, hingga Pacitan.
Meskipun menawarkan panorama alam yang memukau, seperti gua-gua dengan stalaktit dan stalagmit, kawasan ini menyimpan risiko besar berupa amblesan tanah.
Fenomena yang sama juga terjadi di Desa Blembeng, Kebumen di tahun 2023. Ini muncul ketika sebuah telaga mengering akibat retakan yang membuka jalur air ke sistem drainase bawah tanah.
Fenomena serupa juga terjadi di Blitar pada tahun 2023, saat Sungai Kaliasat Tenggong mengering akibat runtuhnya gua bawah tanah yang menopang aliran air. Selain merusak ekosistem setempat, kejadian ini mengganggu akses air untuk irigasi.
Sementara itu, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), wilayah yang rentan terjadi sinkhole memiliki bentang alam karst atau kawasan batugamping. Prosesnya berlangsung lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.
“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan. Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole,” jelas Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari.
Beberapa wilayah yang dikenal rawan itu menurut BRIN antara lain Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros, yang secara geologi memiliki lapisan batugamping cukup tebal di bawah permukaan tanah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022