
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6). (YouTube TV Parlemen)
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Kehadiran Presiden Prabowo ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
“Piagam pembentukan Board of Peace yang dihadiri juga oleh Presiden Prabowo Subianto atas undangan dari Presiden Donald Trump. Acara ini merupakan langkah konkret dalam penyelesaian masalah dan konflik di Gaza khususnya dan Palestina umumnya,” kata Sugiono dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, inisiatif pembentukan Board of Peace bukan proses yang terjadi tiba-tiba. Gagasan ini sudah melalui pembahasan panjang di berbagai forum internasional sejak tahun lalu.
“Seperti kita ketahui bersama, sejak pelaksanaan Majelis Sidang Umum PBB tahun lalu di New York, lahir proposal perdamaian yang disampaikan Presiden Donald Trump,” ucapnya.
Sugiono menambahkan, proposal tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan internasional di kawasan Timur Tengah. Pertemuan tersebut membahas pembentukan Board of Peace di Sharm el-Sheikh, Mesir.
“Yang kemudian juga ditindaklanjuti dengan sebuah pertemuan di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang pada saat itu membicarakan pembentukan Board of Peace ini,” tegasnya.
Selain itu, pembentukan Board of Peace juga mendapat legitimasi hukum internasional dari resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.
"Dan hari ini secara konkret Board of Peace tersebut telah resmi lahir sebagai badan internasional,” jelas Sugiono.
Lebih lanjut, Menlu memaparkan peran utama Board of Peace pada fase awal pascakonflik di Gaza. Badan ini mengawasi administrasi, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza secara bertahap.
Badan internasional tersebut juga memiliki fungsi pemerintahan sementara untuk menjaga perdamaian di Gaza, Palestina.
“Selain itu, Board of Peace adalah badan yang mengawasi pemerintahan transisi di Palestina. Unsur teknokrat akan menjalankan fungsi administrasi di Gaza,” beber Sugiono.
Terkait keterlibatan Indonesia, Sugiono menegaskan partisipasi itu memiliki makna strategis untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
“Partisipasi Indonesia di Board of Peace ini merupakan langkah strategis, konstruktif, dan konkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Juga menyelesaikan konflik di Gaza dalam waktu dekat,” tuturnya.
Sugiono berharap pembentukan Board of Peace bisa membuka akses jalur kemanusiaan di perbatasan Gaza segera.
“Kami harapkan setelah pembentukan Board of Peace ini, dalam waktu satu minggu perbatasan Rafah akan segera dibuka untuk jalur bantuan kemanusiaan,” urai Sugiono.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
