
Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas)
JawaPos.com - Proses evakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terpaksa ditunda akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tim SAR gabungan memutuskan melanjutkan upaya evakuasi pada Senin (19/1) pagi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan korban ditemukan pada Minggu sore, namun upaya penarikan dari atas yang sempat dicoba tidak dapat dilakukan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.
“Kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Hujan disertai kabut tebal menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, dengan jarak pandang terbatas," kata Andi kepada wartawan, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan, medan yang terjal dan licin akibat hujan membuat proses evakuasi dari udara maupun darat berisiko tinggi jika dipaksakan. Karena itu, seluruh personel ditarik sementara sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca.
Andi menambahkan, apabila pada Senin pagi kondisi cuaca masih tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi, Basarnas akan memperluas dukungan dengan melibatkan unsur tambahan di luar tim SAR gabungan.
“Untuk mencari jalur yang terdekat dan termudah untuk melakukan evakuasi,” tegasnya.
Sebelumnya, operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulsel terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga Minggu (18/1), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal serta sejumlah bagian pesawat ATR 42-500 di area operasi di lereng Gunung Bulusaraung.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan tim yang berada di puncak melaporkan telah menemukan satu orang korban dalam kondisi meninggal dunia.
“Pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54'44"S dan 119°44'48"S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ucap Arif.
Arif menegaskan, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel serta koordinasi antarunsur yang terlibat.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dan berada di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar,” pungkasnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
