Ratusan rumah yang rusak dan porak poranda akibat di terjang banjir bandang susulan beberapa hari lalu yang terjadi di Nagari Batu Busuk, Padang, Jum
JawaPos.com - Pemerintah diminta mempercepat upaya langkah rehabilitasi terhadap korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera. Begitu juga dengan dampak dari bencana pada November 2025 itu, rekonstruksinya pun harus dikebut agar masyarakat terdampak bisa menata hidup lebih baik lagi.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri mendesak pemerintah melakukan langkah taktis dan terintegrasi untuk melakukan rehabilitasi maupun rekonstruksi korban bencana di Sumatera. Penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi bencana harus terintegrasi sejauh mungkin terhindar dari ego sektoral kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.
“Kehidupan mereka (korban terdampak) harus diperhatikan secepatnya karena hari demi hari situasinya akan memprihatinkan, jika tidak segera memiliki hunian tetap. Negara tidak boleh lambat, apalagi lalai memberikan perlindungan terhadap mereka,” ujar Abidin di Jakarta, Kamis (15/1).
Isu penanganan bencana menjadi salah satu materi bahasan pada Konsolidasi dan Pembekalan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di Megamendung, Kabupaten Bogor yang berlangsung Jumat-Sabtu (16-17/1). Delapan anggota Kelompok Komisi (Poksi) VIII juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Penanganan cepat terhadap korban bencana banjir bandang di Sumatera ini penting, karena jutaan warga sudah hidup tanpa rumah yang layak lebih dari sebulan. Dari data terakhir pemerintah, bencana Sumatera mengakibatkan setidaknya 238.783 rumah rusak dan 29 desa hilang.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri. (Istimewa)
Anggota Fraksi PDIP itu berharap data kerusakan yang dimiliki pemerintah tidak hanya berhenti di meja rapat, tetapi ditindaklanjuti dengan kebijakan strategis. Pemerintah juga perlu memastikan kecukupan anggaran untuk merealisasikan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi ini agar proses pemulihan tidak terkatung-katung.
Selain itu, anggota DPR dari Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Timur IX yang meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban itu terus menyisir pendataan para korban bencana. Sebab melihat luasnya wilayah bencana, dimungkinkan ada hambatan-hambatan saat proses pendataan di lapangan.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak. Disusul Sumatera Utara sebanyak 24.294 unit dan Sumatera Barat sebanyak 5.796 unit.
“Pendataan tidak cukup sekali. Manfaatkan teknologi dalam upaya pemetaan sekaligus proses rehabilitasi sehingga warga bisa kembali menjalani kehidupan lebih aman sekaligus dana yang digelontorkan juga tepat sasaran,” pinta Abidin.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
