
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Sungai Tamiang sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan tugas Satgas Kuala. (Kemhan)
JawaPos.com - Sesuai dengan laporan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto pekan lalu, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang dibentuk oleh pemerintah akan segera bekerja. Rencananya, satgas itu langsung tancap gas bulan depan. Fokusnya pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.
Pada Minggu (4/1) Menhan Sjafrie meninjau langsung kondisi Sungai Tamiang dan memimpin Rapat Evaluasi Persiapan Satgas Kuala. Peninjauan diawali melalui jalur udara, kemudian dilanjutkan menggunakan speed boat. Tujuannya untuk mendapat gambaran teknis kondisi sedimentasi, alur sungai, serta menentukan jenis alat berat dan mekanisme pekerjaan yang paling tepat untuk diterapkan.
Setelah melakukan peninjauan, Menhan Sjafrie memimpin rapat evaluasi yang dihadiri oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi selaku pimpinan Satgas Kuala, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Bupati Aceh Tamiang, serta unsur terkait lainnya. Melalui rapat tersebut ditetapkan pembagian tugas Satgas Kuala dalam 2 gugus tugas utama.
”Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala,” terang Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media pada Senin (5/1).
Dalam rapat tersebut, kata Rico, disepakati bahwa pergeseran kapal dan peralatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga minggu kedua Januari 2026. Muara Sungai Tamiang menjadi titik kumpul utama. Selanjutnya, Satgas Kuala direncanakan mulai bekerja pada awal Februari 2026. Pelaksanaan tugas itu dilakukan seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh pemerintah.
”Untuk mendukung kelancaran operasi, dukungan logistik disiapkan oleh Kementerian Pertahanan, termasuk pemanfaatan fasilitas pendukung yang diperlukan seperti speed boat dan hovercraft,” ungkap Rico.
Tidak hanya itu, Gugus Tugas Normalisasi akan dilengkapi dengan peralatan penjernih air. Tujuannya untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara. Sementara aspek pendukung lain yang turut menjadi perhatian adalah pengurusan administrasi lingkungan yang dikoordinasikan oleh Mabes TNI.
Nantinya, masih kata Rico, kendali operasi Satgas Kuala akan dilaksanakan dari Kapal Markas Kemhan yang dikawal oleh KRI. Kendali operasi itu juga berkoordinasi erat bersama pemerintah daerah kabupaten serta instansi terkait lainnya. Setiap gugus tugas diwajibkan menyusun rencana kegiatan pelaksanaan secara rinci, sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
”Satgas Kuala akan melibatkan sekitar 200 personel, dipimpin oleh Wakil Panglima TNI sebagai Komandan Satgas,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022