
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian RDMP Kilang Balikpapan, Senin (12/1).
JawaPos.com - Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian energi nasional melalui peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proyek ini sebagai penanda penting transformasi sektor energi Indonesia.
Hal itu sebagaimana disampaikan AHY saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Balikpapan, Senin (12/1). Menurutnya, RDMP merupakan proyek strategis nasional yang sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
“RDMP Balikpapan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar AHY dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/1).
Untuk diketahui, proyek RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun.
Proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling strategis di kawasan Asia Tenggara. Melalui RDMP, kapasitas pengolahan kilang meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Selain itu, kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan meningkat dari standar Euro 2 menjadi Euro 5, yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
AHY menekankan, RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Pemerintah. Proyek ini juga meningkatkan produksi LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384 ribu ton per tahun, sehingga berpotensi menekan impor LPG hingga 4,9 persen.
“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas tinggi sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri,” jelasnya.
Selain memperkuat sektor energi, RDMP Balikpapan juga memberikan dampak ekonomi langsung. Proyek ini mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 35 persen dan menyerap lebih dari 24 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi.
AHY menegaskan pemerintah akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang inklusif dan berkelanjutan. “Setiap proyek infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, memperkuat daya saing bangsa, serta menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegas AHY.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat bauran energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga air dan tenaga surya.
Pengembangan panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional ditargetkan mampu mewujudkan kemandirian energi sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor energi.
“Ke depan kita akan mengembangkan tenaga surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional, sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar,” ujar Presiden Prabowo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022