
Persik Kediri incar Noah Sadoui, rekan Adrian Luna di Kerala Blasters. (www.instagram.com)
JawaPos.com-Persik Kediri kembali menunjukkan ambisi menatap putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah mengamankan jasa Adrian Luna, manajemen Macan Putih dikabarkan tertarik mendatangkan rekan Luna di Kerala Blasters, Noah Sadoui, dengan status pinjaman.
Bursa transfer paruh musim sendiri dijadwalkan resmi dibuka pada 10 Januari 2026. Persik bergerak cukup cepat, terutama untuk mencari tambahan amunisi di sektor depan yang dinilai masih membutuhkan pemain yang memiliki kemampuan menyerang yang baik.
Noah Sadoui merupakan pemain kelahiran Casablanca, Maroko, 14 September 1993. Pemain berusia 32 tahun itu dikenal sebagai sosok yang bisa bermain serbabisa di lini depan.
Dia dapat bermain sebagai winger kiri, kanan, hingga penyerang tengah. Dengan tinggi badan 1,80 meter, Sadoui juga cukup kuat dalam duel fisik maupun bola udara.
Sadoui bergabung dengan Kerala Blasters sejak 2024. Bersama klub asal India tersebut, dia mencatatkan 19 penampilan dan menyumbang 7 gol.
Catatan itu terbilang cukup baik untuk pemain berposisi sebagai winger. Terutama mengingat persaingan di lini depan Kerala Blasters cukup ketat.
Pengalamannya tak hanya di level klub. Sadoui juga pernah memperkuat tim nasional senior Maroko pada 2021.
Meski hanya mencatatkan empat caps, pengalaman bermain di level internasional menjadi nilai tambah yang tak bisa diabaikan.
Karir sepak bola Sadoui terbilang panjang dan berwarna. Dia memulai karier junior di Wydad AC, Maroko, pada 1999–2004.
Setelah itu, dia pindah ke Amerika Serikat dan menimba ilmu di beberapa akademi, seperti New York Red Bull, Saint Benedict’s, hingga Saint Peter’s.
Karir profesionalnya dimulai di Liga Israel bersama Maccabi Haifa pada musim 2013–2014. Karena minim menit bermain, dia sempat dipinjamkan ke Hapoel Kfar Saba dan Nazareth Illit.
Perjalanannya kemudian berlanjut ke Afrika Selatan bersama Ajax Cape Town, Amerika Serikat dengan Miami United, hingga merantau ke Honduras bersama Real España.
Sadoui juga pernah mencicipi atmosfer liga Oman, Mesir, dan kembali ke Maroko bersama MC Oujda, Raja Casablanca, serta AS FAR. Sebelum ke India, dia memperkuat FC Goa pada 2022–2024 dengan catatan 43 penampilan dan 10 gol.
Dari sisi prestasi, Sadoui memiliki koleksi gelar yang cukup mentereng, termasuk CAF Confederation Cup bersama Raja Casablanca dan African Nations Championship bersama Timnas Maroko. Nilai pasarnya pun masih tergolong tinggi, mencapai Rp 10,43 miliar.
Situasi krisis yang tengah melanda Liga India membuat banyak pemain asing memilih hengkang. Kondisi ini membuka peluang bagi Persik Kediri untuk mengamankan jasa Sadoui, sekaligus memperkuat daya gedor tim di putaran kedua musim ini.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
