
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan rilis akhir tahun. (Mabes Polri)
JawaPos.com - Melalui Rilis Akhir Tahun pada Selasa (30/12), Polri mengungkap berbagai capaian positif sepanjang 2025. Termasuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah Agustus dan September kelabu pasca rangkaian aksi demo berujung kerusuhan.
Pemerhati isu-isu kepolisian Haidar Alwi menilai, capaian itu sebagai bukti bahwa Polri mampu menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban nasional (kamtibmas). Polri juga mampu menjaga stabilitas keamanan nasional sebagai telah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Capaian tersebut diraih di tengah derasnya kritik, sorotan politik, dan ekspektasi publik yang kian tinggi terhadap Polri. Menurut Haidar, semua capaian itu tidak lepas dari konsistensi kerja, ketahanan institusional, dan kemampuan beradaptasi dengan zaman.
”Polri mampu menjaga stabilitas keamanan nasional dengan menekan kegaduhan, tanpa dramatisasi, dan tanpa kehilangan fokus pada tugas utamanya melindungi masyarakat,” ungkap Haidar dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Kamis(1/1).
Menurut Haidar, 2025 bukan tahun yang mudah. Di luar berbagai dinamika pelaksanaan tugas, ada transisi politik nasional, dinamika ekonomi global, meningkatnya kejahatan berbasis teknologi, serta eskalasi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Karena itu, dia menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan agenda-agenda strategis nasional menjadi penanda keberhasilan pelaksanaan tugas menjaga kamtibmas. Mulai rangkaian proses politik hingga kegiatan internasional, dia menilai Polri menunjukkan profesionalisme teknis yang matang.
”Itu bukan sekadar keberhasilan taktis, melainkan hasil dari perencanaan yang disiplin, latihan berkelanjutan, dan kepemimpinan operasional yang solid hingga ke level paling bawah,” kata dia.
Khusus pada bidang penegakan hukum, Polri memperlihatkan peningkatan kapasitas yang signifikan, utamanya dalam menangani kejahatan modern. Kejahatan siber, penipuan digital, perdagangan orang, narkotika lintas negara, hingga kejahatan ekonomi berbasis teknologi juga dapat ditangani dengan pendekatan yang baik.
”Polri tidak lagi semata-mata mengandalkan metode konvensional, tetapi mulai menempatkan data, teknologi, dan kolaborasi lintas lembaga sebagai tulang punggung kerja penyidikan,” jelasnya.
Haidar pun turut menyoroti kerja-kerja Polri di tengah tekanan opini publik. Menurut dia, Polri sama sekali tidak defensif. Malahan Korps Bhayangkara semakin membuka diri dan memilih jalur kerja nyata. Diantaranya dengan melaksanakan reformasi internal.
”Pembenahan sistem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penegakan disiplin internal menjadi fondasi yang perlahan namun pasti mengubah wajah institusi ini dari dalam,” kata dia.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa Polri tentu saja bukan institusi yang bekerja tanpa cela. Dia menegaskan bahwa kritik tetap diperlukan, bahkan kritik menjadi hal mutlak dalam negara demokrasi. Namun demikian, sepanjang 2025 kritik terhadap Polri dijawab dengan kerja nyata.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
