Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Desember 2020 | 21.53 WIB

Pascalibur, RS Rujukan Covid-19 Berpotensi Kekurangan Perawat

Petugas medis mengambil sampel usap rapid test antigen wisatawan yang akan menuju ke Puncak di halaman Masjid Harakatul Jannah, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, (25/12/2020). Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antige - Image

Petugas medis mengambil sampel usap rapid test antigen wisatawan yang akan menuju ke Puncak di halaman Masjid Harakatul Jannah, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, (25/12/2020). Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antige

JawaPos.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono kemarin (25/12) mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Mereka ingin memastikan kesiapan RS tersebut dalam menghadapi kemungkinan lonjakan kasus pasitif Covid-19 pascalibur panjang Natal dan tahun baru.

Budi berpesan, perayaan Natal harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. ’’Harus pastikan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,’’ ucapnya.

Dia juga meminta ada penambahan tempat tidur di ruang isolasi maupun ICU. Pascalibur panjang, biasanya kenaikan kasus mencapai 40 persen. ’’Di RSCM tempat ada, tinggal ditambah bed,’’ ujarnya. Penambahan bisa sekitar 100 tempat tidur.

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Jadi Menteri Kesehatan untuk Benahi JKN

Selain RSCM, optimalisasi dilakukan di RSUD, RS swasta, maupun RS rujukan baru. Secara keseluruhan, ada penambahan 740 tempat tidur baru untuk ruang ICU dan isolasi RS vertikal milik Kemenkes.

Kemenkes telah menyediakan anggaran bagi RS untuk pengadaan obat, alat kesehatan, dan alat pelindung diri (APD). Obat-obatan juga telah disalurkan kepada 34 dinas kesehatan provinsi dan 852 RS. Berdasar perhitungan RS, persediaan obat-obatan saat ini masih cukup untuk kebutuhan selama tiga bulan ke depan. ’’Yang critical bukan ruangan, melainkan jumlah perawat,’’ tutur Budi. Meski demikian, dia menegaskan bahwa sejauh ini okupansi tempat tidur, tenaga kesehatan, obat, dan alat kesehatan masih memenuhi.

Baca juga: Saran Pengamat Kesehatan untuk Menkes Budi Gunadi

Dia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh tenaga kesehatan (nakes) terlindungi dengan baik. Mulai mencukupi asupan gizi sampai memastikan nakes tidak kelelahan. ’’Tenaga kesehatan adalah garda terdepan yang saya ingin pastikan kita maksimalkan perlindungannya,’’ tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa penanganan Covid-19 tak bisa dilakukan Kemenkes saja. Masyarakat harus ikut terlibat.

Terkait dengan mutasi virus, Budi mengatakan sudah mendengar hal tersebut. Dia telah meminta para pakar untuk mempelajari. ’’Harus ada kajian scientific,’’ ujarnya. Dia meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan ahli mikrobiologi.

Pada kesempatan yang sama, Dante menjelaskan bahwa lonjakan kasus pascalibur panjang tak bisa dihindari. Yang menjadi fokus pemerintah adalah mengurangi angka kematian.

Perlu diketahui, dalam tiga hari terakhir, angka kematian meningkat. Pada Rabu (23/12) angka kematian akibat Covid-19 mencapai 151 orang. Sehari setelahnya, jumlahnya meningkat menjadi 181 orang. Kemarin jumlah orang yang meninggal menjadi 258 orang.

Dokter spesialis penyakit dalam itu juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi untuk mencukupi kebutuhan tenaga perawat. RSCM, misalnya, akan menerapkan skema relawan perawat. ’’Dengan model ini, kebutuhan akan cepat terpenuhi,’’ ujarnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=nyFh3VsCivA

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore