
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pihaknya akan mengirimkan 1.054 personel Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan wilayah desa yang terdampak bencana di Aceh, yakni di Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
"Kami juga rencana mengirimkan dari IPDN, itu sebanyak 1.054 personel dimulai tanggal 3 Januari. Selama sebulan mereka akan bekerja di daerah yang paling berat terdampak, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Utara," kata Tito dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.
Tito menuturkan penugasan tersebut difokuskan pada daerah yang dinilai mengalami dampak paling berat, khususnya wilayah yang pemerintahan desanya tidak berjalan akibat kerusakan parah.
Dia mencatat, terdapat 22 desa yang hilang akibat bencana, dengan rincian 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat. Selain itu, tercatat sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut terdampak sehingga pemerintahan desa tidak dapat berfungsi secara normal.
Dari jumlah tersebut, Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 1.455 kantor desa terdampak, disusul Sumatera Utara dengan 93 kantor desa terdampak, dan Sumatera Barat sebanyak 32 kantor desa.
Wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.
"Dan paling banyak itu adalah di Aceh Utara 800 lebih dan Aceh Tamiang. Oleh karena itu kewajiban dari Kemendagri untuk bisa membangkitkan, menghidupkan kembali pemerintahan-pemerintahan itu, termasuk pemerintahan desa. Kalau pemerintahan kabupaten semua jalan sudah," kata Tito.
Lebih lanjut Tito mengatakan para praja IPDN beserta pengasuhnya akan menjalankan dua tugas utama selama masa penugasan. Pertama, membantu kegiatan pembersihan di wilayah desa terdampak.
Kedua, mendukung pemulihan dan pengaktifan kembali pemerintahan desa agar layanan dasar kepada masyarakat dapat kembali berjalan.
Tito menyebut penugasan ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan IPDN dan dirancang sebagai kegiatan lapangan setara dengan Kuliah Kerja Nyata.
"Jadi ini sebulan mereka dan masuk dalam kurikulum, masuk sebagai semacam Kuliah Kerja Nyata, riil. Ini mereka berhadapan langsung dengan permasalahan sambil membantu masyarakat," paparnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
