
Petugas BNPB di pusat gudang logistik di Bandara Halim Perdanakusuma menerima bantuan kemanusiaan untuk dikirimkan ke lokasi bencana di Sumatera. (Dok. Indonesia CARE)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak menampik adanya informasi mengenai bantuan pakaian di lokasi terdampak bencana alam di Sumatera yang menumpuk.
Meski demikian, bantuan itu bukannya tidak digunakan, melainkan dipilah dan dipilih sesuai dengan kebutuhan korban terdampak bencana. BNPB pun menyarankan agar bantuan yang dikirim bukan pakaian bekas.
”Pakaian sebaiknya kirimlah pakaian baru, jangan pakaian bekas,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Senin (29/12).
Dilansir dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), temuan bantuan pakaian yang menumpuk tampak di wilayah Kota Padang.
Namun, dipastikan bahwa bantuan tersebut bukan sengaja ditumpuk dan diabaikan oleh pengungsi.
Melainkan dibiarkan karena kebutuhan pakaian untuk para pengungsi sudah terpenuhi. Salah seorang warga bernama Hendriani menyatakan tidak ada penolakan bantuan.
”Baju-baju ini dipakai, sudah dipilih semua oleh pengungsi yang ada di sini. Memang sudah banyak sekali yang terpakai. Sisanya ini betul-betul baju yang berlebih. Jumlahnya terlalu banyak, jauh melebihi yang kami butuhkan,” terang dia.
Berkaitan dengan pengelolaan bantuan, Abdul Muhari memastikan bahwa bantuan yang diterima oleh tim di lapangan segera didistribusikan kepada korban terdampak bencana alam.
Bahkan dia menyatakan, bantuan berada di posko paling lama 2x24 jam. Selebihnya langsung didistribusikan ke berbagai titik terdampak bencana alam.
”Jadi, di sini terlihat bahwa SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2x24 jam, semua pasti langsung terdistribusi. Jadi, laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Abdul Muhari menyatakan bahwa sudah ada lebih dari 1.500 ton bantuan yang diterima di Posko Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Sekitar 97 persen bantuan tersebut sudah didorong ke lokasi terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), maupun Sumatera Barat (Sumbar).
Selain Posko Halim, Posko Iskandar Muda tercatat sudah menerima 1.341 ton bantuan dan 1.000 ton diantaranya sudah terdistribusi.
Kemudian di posko-posko provinsi seperti di Sumut, Kualanamu, dan Sumbar bantuan juga terus didistribusikan ke lokasi terdampak bencana. Sehingga persentase distrubusi bantuan sangat tinggi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
