Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 19.03 WIB

Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, DPR Minta Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

ILUSTRASI. Informasi sebaran titik panas di Provinsi Kaltim, dirilis BMKG Balikpapan, Ahad (25/2) - Image

ILUSTRASI. Informasi sebaran titik panas di Provinsi Kaltim, dirilis BMKG Balikpapan, Ahad (25/2)

JawaPos.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul munculnya ribuan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Kalimantan Selatan dan Sumatera.

Sebagai tindak lanjut atas informasi tersebut, Sonny mengaku langsung berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Kehutanan guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan.

"Begitu melihat pemberitaan hari ini, saya langsung berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Kehutanan, Bapak Dwi Januanto. Saya meminta agar situasi ini segera diberikan atensi penuh," kata Sonny kepada wartawan, Jumat (17/7).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga 16 Juli 2026 luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan mencapai 383,07 hektare, terdiri atas 29,44 hektare lahan gambut dan 353,63 hektare lahan mineral. Sementara itu, secara nasional luas area terdampak karhutla sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar 107 ribu hektare.

Sonny menjelaskan, tidak seluruh hotspot yang terdeteksi satelit merupakan kebakaran nyata. Di Kalimantan Selatan, terdapat 34 hotspot berkategori sedang hingga tinggi yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Tapin sebanyak 13 titik.

"Untuk fire spot atau kebakaran riil, saat ini tengah ditangani di dua lokasi lahan semi-gambut, yakni di Kabupaten Tanah Bumbu (2 Ha) dan Kota Banjarbaru (2 Ha). Syukurlah, kualitas udara masih dalam kategori sedang dan aktivitas penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor masih normal dengan jarak pandang 10 km," ungkap Sonny.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan setelah menetapkan Status Siaga Karhutla sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Berbagai upaya yang telah dijalankan antara lain Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 15 Juli, pembasahan lahan gambut melalui pembukaan pintu air, patroli terpadu, serta penempatan 180 personel Brigdalkar Manggala Agni di daerah operasi Tanah Bumbu, Banjarbaru, dan Tanah Laut.

DPR dorong penambahan personel dan optimalisasi anggaran

Meski berbagai langkah mitigasi telah dilakukan, Sonny menilai kapasitas penanganan karhutla masih perlu diperkuat. Menurutnya, ancaman musim kemarau yang berkepanjangan harus diimbangi dengan kesiapan personel, peralatan, dan teknologi yang memadai.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore