
Kepala BGN Dadan Hindayana saat menghadiri peresmikan tiga dapur SPPG di bawah naungan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI). (Istimewa).
JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibawah naungan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI).
Dengan mengusung konsep SPPG MBG-PPUMI terintegrasi, diharapkan seluruh dapur PPUMI yang berjumlah tujuh SPPG ini dapat berkoordinasi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan para penerima manfaat seperti siswa, Ibu hamil dan menyusui.
"Kami menempatkan (SPPG) dititik-titik yang sama supaya untuk mempermudahkan koordinasi," ucap Ketua Umum PPUMI Munifah Syanwani, Selasa (23/12).
Dapur SPPG yang berada di Tanah Sareal, Kota Bogor ini juga akan melibatkan koperasi milik PPUMI yang berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk mensuplai bahan-bahan makanan.
"PPUMI ini sudah dibangunnya sudah bersama-sama untuk menjalankan program pemerintah, sehingga pola jalan kita mengikuti alur dan aturan main pemerintah," ungkapnya.
Ia juga menyebut yang terpenting dengan berdirinya SPPG ini dapat memberikan manfaat tidak hanya para siswa tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Sebab, dapur tujuh dapur yang didirikan oleh PPUMI ini akan menyerap ratusan tenaga kerja baik dari juru masak, penjaga keamanan, hingga sopir mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.
"Karena saya asli orang sini, mereka dilibatkan, kita kan kita prioritas internal dulu, sampai security pun internal dulu, dari internal, masyarakat sekitar, Ibu-ibu, perempuan muda, kemudian driver, kita utamakan di kelurahan setempat," ucapnya.
Adapun hingga saat ini sudah terdapat empat dapur SPPG yang siap beroperasi sementara sisanya akan dilakukan pembangunan pada tahun 2026 mendatang. Sementara itu, dari dapur ini juga akan menyuplai belasan hingga puluhan ribu MBG ke sekolah-sekolah.
Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana mengaku bersyukur telah mendapatkan tiga tambahan dapur SPPG untuk mensukseskan program dari Pemerintah tersebut.
Dadan mengungkapkan, bahwa dapur ini dapat menampung sekitar 150 pekerja untuk membuat MBG sebanyak 9 ribu perharinya. Sehingga keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Banyak petani, peternak memasok barang-barangnya kesini, kami terima kasih karena telah mendorong dan mensukseskan program kami," ungkapnya.
Dadan menyebut hal ini merupakan bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
"Saya kira pemberdayaan masyarakat akan masif terjadi, sangat masif di daerah ini. Saya bersyukur karena dapat terus support dari masyarakat dan tambahan SPPG," tuturnya. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
