
DEKAT DENGAN RAKYAT: Helmud Hontong semasa bertugas sebagai wabup. (SRIWANI/MANADO POST)
JawaPos.com - Helmud Hontong merupakan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe periode 2017-2022. Helmud lahir di Mahengetang, Sulawesi Utara, 9 November 1962.
Politikus Partai Golkar itu mendampingi Bupati Jabes Ezar Gaghana. Selama menjabat, ia dikenal aktif turun ke masyarakat dan sering menyuarakan isu-isu perlindungan lingkungan serta kepentingan warga di wilayah kepulauan perbatasan Indonesia–Filipina tersebut.
Nahas, nasibnya meninggal dunia secara mendadak saat berada dalam penerbangan rute Denpasar–Makassar pada 9 Juni 2021. Kabar wafatnya Helmud mengejutkan publik dan memicu perhatian luas, terutama karena ia kerap dikaitkan dengan sikap penolakan terhadap rencana tambang emas di wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Dalam berbagai pemberitaan, Helmud dikabarkan pernah menyampaikan surat kepada pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang berisi permintaan peninjauan kembali izin tambang emas di wilayah Sangihe.
Sikap tersebut membuatnya dijuluki sebagian kalangan sebagai pejuang penolak tambang emas, meski upaya itu disebut dilakukan atas inisiatif pribadi.
Meninggal dalam penerbangan rute Denpasar-Makassar
Peristiwa meninggalnya Helmud terjadi saat ia melakukan perjalanan udara dari Denpasar menuju Makassar pada 9 Juni 2021. Di dalam pesawat, ia dilaporkan mengalami kondisi tidak sehat hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
Setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Helmud dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kematian Helmud sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, mengingat posisinya yang vokal dalam isu tambang emas.
Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan pemerhati lingkungan bahkan mendorong adanya pengusutan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian tersebut.
Namun, hasil pemeriksaan medis dan autopsi yang dilakukan aparat kepolisian menyimpulkan tidak ditemukan unsur kekerasan maupun racun dalam tubuh Helmud Hontong. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat faktor medis atau penyakit yang dideritanya, bukan karena tindak kriminal.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
