
PT AMMAN Mineral Internasional Tbk resmi mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025.
JawaPos.com - PT AMMAN Mineral Internasional Tbk resmi mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025. Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN, menjelaskan, bahwa 2025 termasuk pada tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN.
Menurutnya, pergeseran ke penambangan Fase 8 yang memiliki kadar bijih lebih rendah, bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas smelter yang masih berlangsung, sempat memberikan tekanan operasional dalam jangka pendek.
Meski demikian, pihaknya tetap mampu mencatat sejumlah pencapaian strategis penting, khususnya dalam merampungkan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi secara penuh.
“Sepanjang tahun, smelter kami mengalami penghentian sementara pada Juli dan Agustus 2025 untuk perbaikan Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant. Pekerjaan ini merupakan aktivitas yang kompleks dan krusial untuk memastikan keandalan peralatan dan stabilitas operasional. Setelah perbaikan selesai, operasi smelter kembali stabil menjelang akhir tahun. Secara paralel, kami memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025, yang memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp‑up smelter,” kata Arief dalam keterangannya.
AMMAN juga mencatat kemajuan signifikan dalam hilirisasi, ditandai dengan keberhasilan memproduksi katoda tembaga perdana pada Maret 2025 serta emas murni pertama pada Juli 2025. Capaian tersebut menjadi indikasi adanya penguatan struktural dalam peningkatan nilai tambah di sepanjang rantai pasok.
Dari sisi penambangan, kegiatan operasional dijalankan secara disiplin dan tetap mengikuti rencana tambang. Perubahan urutan penambangan berdampak pada penurunan total material yang ditambang, namun akses terhadap bijih segar dari Fase 8 justru meningkat sesuai target.
Walaupun kadar bijih lebih rendah selama periode transisi ini, kinerja produksi tetap melampaui target tahunan, baik untuk konsentrat maupun emas.
Sepanjang 2025, performa keuangan dipengaruhi oleh kebijakan larangan ekspor konsentrat pada awal tahun serta proses peningkatan kapasitas smelter. Meski begitu, perusahaan tetap membukukan penjualan bersih sebesar USD1.847 juta, dengan tren penguatan di paruh kedua tahun, di mana sekitar 70 persen kontribusi penjualan berasal dari kuartal keempat seiring mulai stabilnya operasional smelter tembaga dan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR).
EBITDA tercatat sebesar USD 1.057 juta dengan margin 57 persen, sementara laba bersih mencapai USD 258 juta dengan margin 14 persen.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
