
Tangkapan layar YouTube/Multimedia KH Miftachul Akhyar
JawaPos.com - Forum kiai sepuh dan mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan respons atas dinamika yang tengah terjadi di tubuh PBNU. Sikap ini disampaikan setelah Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, mengundang mustasyar, syuriyah, dan tanfidziyah PBNU untuk bersilaturahim, pada Sabtu (6/12).
Mereka yang hadir di antaranya KH Said Aqil Siradj, KH Anwar Manshur, KH Ma'ruf Amin (zoom), KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen (zoom), Nyai Hj Sinta Nuriyah (zoom), Nyai Hj Mahfudloh. Perwakilan syuriyah PBNU, H. Mohammad Nuh, KH Ali Akbar Marbun, KH Akhmad Said Asrori, hingga KH Mu'adz Thohir.
Juru Bicara Forum Kiai Sepuh, HM Abdul Muid alias Gus Muid menyatakan, para kiai sepuh menilai proses pemakzulan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya oleh Syuriyah tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
"Forum berpandangan bahwa proses pemakzulan ketua umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART," kata Gus Muid.
Meski demikian, lanjutnya, forum kiai sepuh juga mencermati adanya informasi kuat mengenai dugaan pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh ketua umum.
"Perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh," tegasnya.
Forum kiai sepuh turut menyoroti beredarnya surat Syuriyah PBNU yang memuat agenda Rapat Pleno untuk penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, yang rencananya digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada 9–10 Desember 2025.
Tak ingin memperluas polemik, para kiai sepuh mendorong agar Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf segera bertemu dalam satu forum untuk membuka dialog dan mencari penyelesaian.
"Tadi yang juga disusulkan oleh kiai sepuh agar Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bertemu di satu forum, forum apapun, agar hal-hal yang ada (persoalan PBNU) ini bisa dibicarakan," ujarnya.
Para kiai sepuh juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah yang dapat memperbesar ketegangan.
"Forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal, demi menjaga kewibawaan jam'iyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
