
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pihaknya sudah melepas belasn warga Sibolga yang sempat ditangkap karena menjarah minimarket di tengah situasi darurat bencana.
JawaPos.com - Bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) sempat membuat warga di Tapanuli Tengah dan Sibolga kesulitan mendapat bantuan, termasuk logistik untuk bahan makanan. Kondisi itu memaksa warga menjarah sejumlah minimarket. Polisi sempat menangkap 16 orang warga, namun kini semuanya sudah dilepas.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan hal itu. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim) hari ini (3/12), dia menyampaikan bahwa sudah tidak ada warga yang ditangkap karena mengambil makanan dari minimarket.
”Terkait dengan adanya informasi penjarahan, bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi yang diamankan. Semuanya kami lepas. Jadi, kami juga paham bahwa saat itu mereka hanya membutuhkan logistik makanan dan saat ini semuanya sudah dilepas,” kata dia.
Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap 16 orang yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan di tengah situasi darurat bencana di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Berdasar informasi yang disampaikan oleh Polda Sumut, belasan orang itu melakukan penjarahan di minimarket yang tersebar di Sibolga.
Penjarahan itu sempat viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar luas, penyebab penjarahan itu tidak lain karena Sibolga masih terisolasi pasca terdampak bencana sejak pekan lalu. Sehingga korban terdampak bencana nekat karena sudah kelaparan.
Menurut Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani, belasan orang yang ditangkap oleh instansinya berlatar belakang lintas usia. Mulai 18-27 tahun. Dia pun membeber inisial belasan orang itu. Yakni MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18), dan BNH (17).
”Karena mengambil sejumlah barang, mulai dari minuman kemasan, sosis, gula, sabun, hingga makanan ringan (mereka ditangkap),” ungkap dia pada Senin (1/12).
Siti mengungkapkan bahwa ada beberapa minimarket di Sibolga yang menjadi sasaran penjarahan. Termasuk 3 gerai minimarket di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Suprapto, dan Jalan Sibolga-Barus. Kemudian beberapa gerai lain di Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Merpati. Tidak hanya di Sibolga, aksi serupa juga terjadi di Tapanuli Tengah.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
