
Petugas BPBD Kota Solok Sumatera Barat mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Kamis (27/11/2025). (BPBD Kota Solok)
JawaPos.com - Total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah mencapai angka 303 orang. Selain itu, jumlah korban hilang juga masih tinggi. Angkanya sebanyak 279 orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal itu dalam konferensi pers yang berlangsung pada Sabtu malam (29/11). Melalui keterangan yang disampaikan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) itu diungkap data-data terbaru terkait kondisi di 3 provinsi tersebut.
”Saya akan uraikan dari mulai Sumatera Utara, korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 meninggal dunia. Artinya dalam satu hari bertambah 60 jiwa meninggal dunia,” ungkap Suharyanto.
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 143 korban di Sumut masih dinyatakan hilang. Hingga saat ini petugas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas masih terus mengupayakan pencarian ratusan korban hilang tersebut. Karena itu, tidak menutup kemungkinan jumlah korban meninggal dunia akan bertambah lagi.
Di Aceh, Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya kini mencatat ada 47 korban meninggal dunia, 51 korban hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka. Kondisi di Aceh sampai hari ini juga masih perlu penanggulangan darurat. Sebab, ada banyak titik masih terisolir dan tidak bisa diakses melalui jalur darat. Sehingga bantuan logistik disalurkan melalui jalur udara.
”Untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47, 51 masih hilang, dan 8 luka-luka. Sekali lagi ini akan berkembang terus datanya, karena ada beberapa pencarian pertolongan oleh satgas gabungan ini menemukan korban,” terang dia.
Terakhir di Sumbar, Suharyanto menjelaskan bahwa korban meninggal dunia di Sumbar berada pada urutan kedua setelah Sumut. Menurut dia, ada tambahan jumlah korban meninggal dunia yang sangat tinggi dari wilayah Kabupaten Agam pada siang hari ini.
”Jumlah korbannya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, dan 10 luka-luka. Ini ada di Kabupaten Agam 74 korban meninggal dunia dan 78 hilang,” kata dia.
Jenderal bintang tiga TNI AD itu mengakui bahwa kondisi di Kabupaten Agam cukup berat. Salah satunya karena jalur darat dari dan menuju Agam belum bisa ditembus. Sehingga upaya penanggulangan darurat dari luar Agam hanya bisa dilaksanakan melalui jalur udara.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
