
Pekerja melakukan proses produksi di pabrik industri manufaktur yang berfokus pada stamping dan assembling di Tangerang, Banten, Sabtu (15/6/2024).
JawaPos.com — Riset BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa peranan sektor industri manufaktur dalam perekonomian Indonesia semakin menguat di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut terlihat dari data komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) hingga kuartal III 2025 yang didominasi oleh sektor industri manufaktur.
"Menurut pandangan kami, struktur perekonomian baru yang berkembang ini menjadi panggung awal bagi tahun pertama pemerintahan Prabowo. Kami juga meyakini bahwa pergeseran PMA ke arah industri ini mendorong aktivitas investasi secara lebih luas," kata Chief of Economist and Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, dalam riset bertajuk Macro Strategy 2026: Reassessing the Investment Cycle yang dikutip pada Senin (24/11).
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), porsi sektor manufaktur melonjak dari 35,3 persen pada 2018 menjadi 59,6 persen sepanjang Januari-September 2025. Peningkatan terutama didorong oleh industri logam, kimia, mesin, dan elektronik. Ini menunjukkan semakin matangnya kebijakan hilirisasi yang menciptakan lebih banyak nilai tambah daripada hanya pada ekstraksi bahan mentah.
"Sementara PMA di sektor pertambangan telah melandai dari 12,3 persen pada 2021 menjadi hanya 8,8 persen pada sembilan bulan pertama di tahun 2025 seiring normalisasi harga global dan kebijakan hilirisasi," ujar Helmy.
Helmy menerangkan, dominasi sektor manufaktur ini membawa dampak positif bagi peningkatan dan pemerataan kesejahteraan. Sebab, PMA di sektor manufaktur menciptakan efek pengganda sangat kuat di luar Jawa.
Riset menunjukkan bahwa setiap PMA senilai Rp 1 triliun di luar Jawa menghasilkan tambahan Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) sekitar Rp 1,76 triliun. Sebagai pembanding, PMA senilai Rp 1 triliun di Jawa hanya menghasilkan tambahan PMTB senilai Rp 140 miliar.
"PMA yang didominasi sektor manufaktur sebagai penopang pertumbuhan investasi ini meningkatkan PMTB dan memperluas manfaat regional, dengan wilayah-wilayah di luar Jawa yang paling diuntungkan. Secara regional, PMA di luar Jawa menghasilkan PMTB yang jauh lebih besar, mencerminkan kebutuhan modal yang lebih dalam di wilayah tersebut dan menegaskan peran PMA dalam mendukung pertumbuhan yang lebih seimbang secara geografis," paparnya.
Lebih lanjut, Helmy menyebut beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan untuk memperkuat momentum investasi. Di antaranya yaitu siklus belanja modal, tingkat pemanfaatan kapasitas industri, dan pertumbuhan upah minimum.
"Meskipun aliran PMA semakin bergeser ke industri manufaktur dan hilir, siklus belanja modal domestik belum selaras. Indikator terbaru menunjukkan bahwa investasi lokal masih berhati-hati. Menurut pandangan kami, tiga indikator yang penting untuk dipantau guna menilai momentum investasi adalah siklus belanja modal, pemanfaatan kapasitas industri, dan pertumbuhan upah minimum," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
