
Ilustrasi industri manufaktur mesin perkakas. (Istimewa)
JawaPos.com - Melambatnya sektor industri pengolahan atau manufaktur yang selama ini menjadi pendorong utama mesin perekonomian Indonesia menjadi sinyak yang perlu diwaspadai oleh pemerintah.
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pertumbuhan sektor manufaktur tertahan di angka 4,52 persen secara tahunan atau year on year (yoy), atau melambat jika dibandingkan dengan kinerja pada kuartal sebelumnya sebesar 5,14 persen yoy.
“kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum cukup inklusif,” ujar Peneliti Institute for Demographic and Affluence studies (IDEAS), Muhammad Anwar kepada JawaPos.com, Sabtu (8/8).
Anwar mengatakan, salah satu penyebabnya adalah investasi yang cenderung mengalir ke sektor-sektor padat modal, seperti pertambangan dan industri berbasis teknologi.
Sementara industri manufaktur yang padat karya menghadapi tekanan berupa pelemahan daya beli masyarakat, tingginya biaya logistik, impor produk jadi, hingga rendahnya daya saing industri domestik.
Ia menilai, hal tersebut berimplikasi terhadap pasar tenaga kerja di Indonesia.Dimana, ketika manufaktur tumbuh lebih lambat dibandingkan ekonomi nasional maka kemampuan ekonomi untuk menyerap angkatan kerja baru juga ikut melemah.
Akibatnya, banyak pekerja akhirnya masuk ke sektor informal atau ekonomi platform dengan pendapatan yang lebih rendah, perlindungan kerja yang minim, dan produktivitas yang terbatas.
“Kondisi ini memang dapat menurunkan angka pengangguran secara statistik, tetapi tidak otomatis meningkatkan kualitas pekerjaan maupun kesejahteraan masyarakat.” Ujarnya.
Maka dari itu, Ia menegaskan pemerintah perlu menjadikan revitalisasi industri manufaktur sebagai prioritas pembangunan. Anwar mengatakan,insentif investasi seharusnya lebih diarahkan kepada industri padat karya yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022