Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 November 2025 | 16.42 WIB

Perjalanan Kuliner Menggugah Selera di Cirebon, Ajak Lidah Berpetualang dan Pulang ke Akar Nusantara

Perjalanan Kuliner Menggugah Selera di Cirebon  ( YouTube Rumah Canda Melki) - Image

Perjalanan Kuliner Menggugah Selera di Cirebon ( YouTube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com - Perjalanan kuliner bukan sekadar berburu rasa—ia adalah cara lain untuk memahami sebuah kota, merasakan denyut kehidupannya, sekaligus menengok kembali kehangatan masa lalu yang tersimpan dalam aroma, bumbu, dan kesederhanaan.

Cirebon, kota kecil di pesisir Jawa Barat, menjadi salah satu tempat di mana kenangan, sejarah, dan cita rasa berbaur menjadi satu kesan yang sulit dihapus.

Banyak orang datang ke kota ini, tetapi tidak semua benar-benar menyelaminya. Hanya mereka yang mau berjalan pelan, masuk ke desa–desa, berbincang dengan penduduknya, dan mencicipi tiap hidangan lokal yang tidak berubah sejak generasi lalu yang bisa merasakan keaslian kota ini.

Dalam tayangan kanal YouTube Rumah Canda Melki, perjalanan kuliner di Cirebon PART 2—dari sarapan pedesaan hingga hidangan legendaris yang diwariskan turun-temurun, memperlihatkan betapa kayanya selera dan budaya daerah ini.

Setiap sudut menyimpan cerita, setiap piring menyimpan tradisi, dan setiap suapan menghadirkan rasa pulang kampung meski kita bukan berasal dari sana.

Berikut rangkaian pengalaman kuliner yang wajib dicoba saat berada di Cirebon—dirangkum dari perjalanan Melki yang penuh warna, tawa, dan rasa bahagia.

1. Lawang Rasa – Sarapan Ala Pedesaan yang Menghangatkan Jiwa

Perjalanan dimulai dari Desa Alam Manis, sebuah desa bernuansa pedesaan yang memberi kesan pulang kampung meskipun sebenarnya ini adalah area penginapan tematik.

Suasananya tenang, tanahnya rapi, penduduknya ramah, dan sarapannya… luar biasa.

Melki memulai pagi dengan mencari rekomendasi warga, hingga akhirnya sampai di Lawang Rasa, rumah makan tradisional yang menawarkan masakan sederhana namun menggetarkan hati.

Desa ini bahkan seolah menyambut tiap pendatang sebagai “warga baru”, lengkap dengan humor mengenai KTP desa dan keramahan yang mengingatkan pada kampung halaman.

Suasana inilah yang membuat sepiring sarapan terasa jauh lebih istimewa dibanding sekadar makanan pagi.

2. Ayam Goreng Bahagia 71 – Klasik Sejak 1946, Legenda yang Tak Pernah Lekang

Tak jauh dari desa, terdapat kuliner yang sudah jadi legenda: Ayam Goreng Bahagia 71, berdiri sejak tahun 1946 dan kini dikelola generasi keempat.

Keistimewaannya? Ada Ayam kampung berbumbu klasik dengan proses memasak yang tetap menggunakan kayu bakar di atas tungku.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore