
Usai menghadiri Rakor PWNU di Surabaya, Ketum PBNU Gus Yahya tegaskan tak akan mundur dari jabatannya, meski didesak pemakzulan, Minggu (23/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dinamika internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak lama menyimpan berbagai ketegangan, yang jarang muncul ke permukaan. Kursi Ketua Umum Tanfidziyah, yang mengatur jalannya organisasi secara operasional, sering kali menjadi pusat tarik-menarik kepentingan dan perbedaan pandangan di antara para kiai, elite struktur, dan kelompok pendukung di luar organisasi.
Terkini, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya didesak mundur dalam waktu tiga hari oleh Rais Aam dalam Rapat Harian Syuriyah PBNU. Pemicu utama adalah polemik terkait penyelenggaraan program Akademi Kepemimpinan Nasional NU, termasuk kehadiran seorang narasumber yang dianggap tidak tepat oleh sebagian ulama lantaran terkait dengan jaringan zionisme internasional.
Dalam beberapa periode, tekanan internal bahkan sampai pada titik mendorong ketua umum untuk mundur dari jabatannya, memicu drama politik yang mengundang perhatian luas di tubuh NU. Sejumlah peristiwa itu menjadi catatan penting yang menggambarkan betapa rumit dan dinamisnya mengelola organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Hingga saat ini, setidaknya ada tiga figur Ketua Umum PBNU yang pernah berhadapan dengan desakan pengunduran diri, baik secara halus maupun terang-terangan. Kasus-kasus ini tidak hanya menunjukkan dinamika politik internal, tetapi juga memperlihatkan betapa besarnya pengaruh moral, kultur pesantren, dan kekuatan jaringan ulama dalam menentukan arah organisasi.
Berikut 3 diantaranya seperti dirangkum dari berbagai sumber!
1. KH Idham Chalid
Pada awal 1980-an, KH Idham Chalid memasuki masa kepemimpinan yang berat. Kondisi kesehatannya dikabarkan menurun, sementara NU tengah membutuhkan figur yang gesit untuk menghadapi berbagai tantangan politik dan sosial. Sejumlah ulama sepuh kemudian mengajukan permintaan agar Idham mengundurkan diri demi stabilitas organisasi.
Tekanan itu begitu kuat hingga akhirnya ia menandatangani surat pengunduran diri. Namun drama terjadi beberapa hari kemudian, setelah melalui diskusi panjang, dukungan dari sejumlah pihak yang masih menginginkannya memimpin, serta pertimbangan mengenai konsolidasi organisasi.
Idham tiba-tiba menarik kembali surat tersebut. Peristiwa itu menjadi salah satu contoh paling terkenal tentang bagaimana keputusan besar dalam NU bisa berubah oleh dinamika internal yang sangat cair.
2. KH Hasyim Muzadi
Pada masa kepemimpinan KH Hasyim Muzadi, tekanan tidak datang dari ulama sepuh, tetapi justru dari GP Ansor, salah satu badan otonom terbesar di NU. Mereka menilai Hasyim terlalu dekat dengan politik praktis, sesuatu yang dinilai melanggar khittah NU.
Kritik tersebut berkembang menjadi desakan terbuka agar Hasyim mengundurkan diri. Situasi memanas hingga PBNU pusat turun tangan dan menegaskan bahwa Ansor tidak memiliki kewenangan organisatoris untuk mendorong mundurnya seorang Ketua Umum.
Hasyim tetap bertahan, tetapi periode itu menjadi salah satu momen paling sensitif ketika otoritas tanfidziyah digugat oleh kelompok muda NU sendiri, sehingga membuka perdebatan besar tentang batas antara kegiatan sosial-keagamaan dan keterlibatan politik.
Baca Juga: Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Minta Dokumen Risalah Rapat Syuriah di Uji Kebenarannya
3. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
