
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Setwapres)
JawaPos.com - Ayah dan anak yaitu mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau Gibran pada waktu hampir bersamaan pada Jumat (21/11) sama-sama menyampaikan pidato di luar negeri dengan menggunakan bahasa Inggris.
Karena pidato disampaikan di tempat terpisah dan acara berbeda, otomatis apa yang dibicarakan Jokowi dan Gibran sangat berbeda meski sama-sama bicara soal Indonesia.
Jokowi menyampaikan pidato di Bloomberg New Economy Forum di Singapura,pada Jumat (21/11). Sedangkan anaknya yaitu Gibran mewakili Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam bahasa Inggris dalam rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan (Afsel).
Jokowi dalam pidatonya memamerkan apa yang telah dilakukannya selama 10 tahun menjadi pemimpin Indonesia. Misalnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung pembangunan infrastruktur yang dianggap sebagai fondasi penting untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
Jokowi dalam pidatonya menekankan, ekonomi sebuah negara tidak akan bertumbuh dengan baik tanpa ditunjang oleh infrastruktur yang kuat.
"Ketika pertama kali menjadi Presiden, saya punya pertanyaan sederhana. Bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta penduduk? Kita tahu itu tidak ada jalan pintas," ujar Jokowi.
Jokowi menilai, Indonesia memiliki kelemahan di bidang infrastruktur. Oleh karena itu pada masa kepemimpinannya, Jokowi membangun jalan raya, pelabuhan, bandara, jembatan, pembangkit listrik, hingga jaringan digital sebagai prasyarat kemajuan bangsa.
Jokowi mengaku, 10 tahun kepemimpinannya, telah membangun pusat data, membangun konektivitas antar daerah, jaringan digital, hingga meluncurkan satelit baru yang ditopang oleh regulasi yang mendukung ekosistem bisnis. Jokowi mengaku, di bawah kepemimpinannya, startup lokal berkembang dengan baik.
"Startup Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, dan Traveloka tumbuh karena ekosistem yang mendukung," kata Jokowi.
Adapun Gibran dalam pidatonya di Indonesia-Afrika CEO Forum menyampaikan persahabatan pemimpin negeri yang ditunjukkan dengan adanya pertemuan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam lawatannya ke Indonesia, Oktober 2025 lalu. Pertemuan itu, kata Gibran, membawa dampak positif terkait hubungan Indonesia dan Afrika.
Menurut Gibran, hubungan yang baik antara Indonesia dan Afrika akan membawa dampak positif berupa pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara.
Gibran menyoroti kesepakatan yang lahir dan persaudaraan antar pemimpin negeri dengan terwujudnya kesepakatan bebas visa masuk dari kedua negara.
"Kami terbuka untuk membantu anda semua karena Afrika adalah benua yang akan menentukan masa depan. Afrika berkembang sangat pesat dan penuh potensi. Afrika adalah masa depan dan Indonesia ingin membangun masa depan itu bersama Afrika," kata Gibran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022