
Aktivis HAM Munir Said Thalib.(Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden ke-2 RI Soeharto resmi menyandang status sebagai pahlawan nasional sebagaimana yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (10/11). Pemberian gelar pahlawan nasional itu menuai kontroversi di berbagai kalangan masyarakat, termasuk dari para akademisi.
Menurut Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Pradipto Niwandhono, daripada Presiden Prabowo memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib lebih layak.
“Saya kira belum layak untuk diberi gelar pahlawan. Karena, bagaimanap un menurut standar hukum internasional, Soeharto adalah pelaku pelanggaran hak kemanusiaan,” ujar Pradipto di Surabaya (12/11).
Dari sekian banyak tokoh hebat di Indonesia, Pradipto menyebut Munir menjadi salah satu yang layak menyandang gelar pahlawan nasional, karena getol memperjuangkan kasus Hak Asasi Manusia.
Dosen lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu menyoroti banyaknya kasus pelanggaran HAM selama masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Sebut saja peristiwa Mei 1998, ketika Orde Baru Soeharto dilengserkan oleh masyarakat sipil.
“Selain itu, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional (kepada Soeharto) akan mencederai cita-cita demokrasi di Indonesia,” pungkas akademisi lulusan The University of Sydney tersebut.
Sebagai informasi bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara, Senin (10/11).
Ke-10 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional itu adalah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Jawa Timur), Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto (Jawa Tengah), dan Marsinah (Jawa Timur).
Lalu ada Mochtar Kusumaatmaja (Jawa Barat), Hajjah Rahma El Yunusiyyah (Sumatea Barat), Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah), dan Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat). Kemudian Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan (Jawa Timur), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara), dan Zainal Abisin Syah (Maluku Utara). (*)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
