
Logo resmi UNODC, lembaga PBB yang memimpin upaya global melawan narkoba dan kejahatan terorganisir. (roadsafetyfund.un.org)
JawaPos.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) terus memperkuat langkah-langkah global dalam menekan perdagangan narkoba yang kian kompleks dan meluas.
Dalam laporan World Drug Report 2025 yang dirilis pada 26 Juni lalu, UNODC menyoroti bahwa ketidakstabilan global telah memperburuk masalah narkoba dunia, memperkuat jaringan kejahatan terorganisir, dan meningkatkan angka penyalahgunaan narkoba ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Ghada Waly, Direktur Eksekutif UNODC, menyampaikan bahwa kelompok perdagangan narkoba semakin lihai memanfaatkan krisis global dan menyasar populasi rentan.
“Kelompok ini terus beradaptasi, mengeksploitasi krisis, dan menargetkan mereka yang paling lemah,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya investasi dalam pencegahan dan penanganan akar masalah di setiap titik rantai pasokan ilegal.
PBB juga menegaskan bahwa pendekatan represif semata tidak cukup. Dalam kampanye tahun ini bertajuk Break the Cycle, PBB mengajak negara-negara anggota untuk mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan dalam menangani penyalahgunaan dan perdagangan narkoba.
Sejak tahun 1989, setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Internasional Menentang Penyalahgunaan dan Perdagangan Gelap Narkoba. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat kerja sama antarnegara dalam melawan kejahatan narkotika.
UNODC mencontohkan pentingnya sinergi regional, seperti patroli gabungan di kawasan Sungai Mekong yang melibatkan Thailand, Tiongkok, Laos, dan Vietnam. Kolaborasi semacam ini terbukti membantu menekan jalur distribusi narkoba lintas negara yang selama ini sulit dijangkau.
“Sudah saatnya kita bersatu untuk melawan kejahatan terorganisir,” tegas UNODC dalam pernyataan resminya. Mereka menekankan bahwa kejahatan narkoba tidak hanya mencuri masa depan generasi muda, tetapi juga merusak institusi dan menelan korban jiwa dari aparat penegak hukum.
PBB juga mendorong negara-negara untuk memperkuat sistem hukum dan peradilan agar lebih tangguh menghadapi kejahatan narkotika. Reformasi kebijakan, pelatihan aparat, dan peningkatan teknologi pengawasan menjadi bagian dari strategi yang terus dikembangkan.
Di sisi lain, UNODC mengingatkan bahwa penanganan narkoba harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Ketimpangan, kemiskinan, dan kurangnya akses pendidikan menjadi faktor pendorong utama yang membuat masyarakat rentan terhadap jeratan narkoba.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa produksi narkoba sintetis seperti fentanyl dan metamfetamin meningkat tajam, terutama di wilayah-wilayah dengan pengawasan lemah. Hal ini menambah tantangan baru bagi aparat dan lembaga internasional.
PBB menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus melibatkan semua pihak, seperti pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga internasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai kunci untuk memutus rantai perdagangan narkoba yang telah merusak jutaan kehidupan.
Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan kolaboratif, PBB berharap dunia bisa bergerak menuju masa depan yang bebas dari ancaman narkoba. “Kita harus bertindak sekarang, sebelum lebih banyak nyawa melayang,” pungkas Ghada Waly dalam pidatonya di markas besar PBB. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022