
KH Hasyim Asy
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menetapkan Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai Pahlawan Nasional bersama sejumlah tokoh lainnya.
Penetapan ini diumumkan orang nomor satu di Indonesia itu bertepatan dengan Hari Pahlawan pada hari ini, Senin (10/11) di Istana Negara Jakarta.
Syaikhona Kholil Bangkalan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Syaikhona Kholil termasuk ulama besar karismatik asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dia sangat haus akan ilmu pengetahuan sejak kecil dan menimba ilmu ke sejumlah ulama di sejumlah pesantren.
Tak hanya itu, Syaikhona Kholil melengkapi pengembaraan ilmu pengetahuannya ke Makkah dan sempat berguru ke sejumlah ulama di tanah suci.
Ia pernah belajar kepada Syekh Nawawi al Bantani; Syekh Utsman bin Hasan Ad Dimyati; Syekh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan; Syekh Mustafa bin Muhammah Al Afifi Al Makki; dan Syekh Abdul Hamid bin Mahmud Asy Syarwani selama berada di Makkah.
Setelah kembali ke Tanah Air dan membangun pesantren di Bangkalan, Pulau Madura, Syaikhona Kholil didatangi banyak santri yang dalam perjalannya mereka kemudian menjadi ulama besar.
Sejumlah ulama besar yang pernah berguru atau menjadi murid dari Syaikhona Kholil Bangkalan antara lain KH Muhammad Hasan Sepuh (Pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo), KH Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul Ulama, Pendiri Ponpes Tebuireng, Jombang), dan KH Zaini Mun'im (Pendiri Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo).
Juga KH Musthofa (Pendiri Ponpes Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Lamongan), KH Abdul Wahab Chasbullah (Pengasuh Ponpes Tambak Beras, Jombang), KH Bisri Syansuri (Pengasuh Ponpes Denanyar, Jombang), dan KH Manaf Abdul Karim (Pendiri Ponpes Lirboyo, Kediri).
Ulama-ulama besar lain yang sempat berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan yaitu KH Ahmad Dahlan Termas, KH Muhammad Falak bin Abas (Pagentongan Bogor), dan KH Imam Zahid, Jombang (kakek buyut Emha Ainun Nadjib).
Juga KH Romli Tamim (menantu KH Hasyim Asy'ari, Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang), KH Tamim Irsyad (Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang).
Selain sejumlah ulama di atas, ada banyak ulama lain yang turut berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan.
Mereka adalah KH Ma'sum (Lasem, Rembang), KH Munawir (Pendiri Ponpes Al-Munawwir Krapyak, Jogjakarta), KH Abdul Majid bin KH Abdul Hamid Itsbat (Batabata, Pamekasan), KH Abi Sujak (Pendiri Ponpes Astatinggi, Kebunagung, Sumenep), KH Usymuni (Pendiri Pondok Pesantren Pandian, Sumenep), dan masih banyak lagi ulama lainnya.
Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan lahir pada Mei 1835 di Bangkalan, Madura. Dia mengembuskan napas terakhir pada 24 April 1925 dan dimakamkan di Bangkalan.
Pemakamannya kerap menjadi tempat ziarah dari banyak orang dari berbagai daerah di tanah air sampai sekarang.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
