
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11). (Muhammad Ridwan/JPC)
JawaPos.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dikabarkan meninggal dunia, pada Sabtu (8/11). Kabar duka itu disampaikan kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman.
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) itu menyampaikan, rencananya jenazah Antasari Azhar akan disalatkan di Masjid As-Syarif, BSD, Tangerang Selatan, pada sore ini.
"Betul, barusan konfirmasi ke teman-teman jaksa yang lain dan pengurus Masjid Assyarif, memang akan dilaksanakan salat jenazah Pak Antasari ba'da Ashar," kata Boyamin kepada JawaPos.com.
Boyamin meminta semua pihak untuk memaafkan setiap kesalahan Antasari Azhar semasa hidupnya.
"Jadi memang dipastikan Pak Antasari meninggal, mohon doanya, mohon dimaafkan segala hal yang salahnya dan kita doakan semua mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya di akhirat," ucapnya.
"Saya hanya menyampaikan itu selaku kuasa hukum," imbuhnya.
Antasari Azhar merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Ia dikenal luas sebagai Ketua KPK periode 2007–2009.
Antasari Azhar merupakan pria kelahiran Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada 18 Maret 1953. Antasari menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.
Sejak muda, ia menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia hukum dan penegakan keadilan. Kariernya dimulai di lingkungan Kejaksaan Agung RI, dan ia meniti karier hingga menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kemudian Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, serta Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.
Reputasi Antasari sebagai jaksa tegas dan komunikatif membuatnya terpilih sebagai Ketua KPK pada 2007. Di bawah kepemimpinannya, KPK aktif melakukan berbagai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat tinggi dan pengusaha yang terlibat kasus korupsi.
Namun, karier gemilang itu berhenti mendadak pada 2009, ketika Antasari dijerat kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Kasus tersebut menarik perhatian publik luas karena melibatkan pejabat tinggi negara dan berbagai spekulasi politik. Pada 2010, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada Antasari.
Meski demikian, Antasari menolak tuduhan tersebut dan menyebut bahwa kasusnya sarat rekayasa politik.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
