
Proses distribusi Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 1 Sidoarjo, Rabu (22/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Siang itu halaman SMP Negeri 1 Sidoarjo terasa ramai. Suara tawa siswa berpadu dengan langkah tergesa mereka yang baru tiba, menandai dimulainya hari belajar yang penuh semangat.
Wajah-wajah remaja itu tampak antusias menyambut rutinitas sekolah.
Tak hanya karena semangat belajar, tetapi juga karena perhatian pemerintah lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi bagian dari keseharian mereka.
Program MBG hadir bukan sekadar memberi makan. Di balik menu sederhana berisi nasi, lauk, sayur, buah, dan susu, tersimpan upaya serius pemerintah mendukung tumbuh kembang anak bangsa melalui asupan gizi seimbang.
Kepala SMP Negeri 1 Sidoarjo, Matnuri, S.Pd, MM, menilai kehadiran MBG memberi dampak nyata bagi siswa.
Program ini tak hanya mengenyangkan, tetapi juga meringankan beban keluarga, terutama dari kalangan menengah ke bawah.
“Untuk penyaluran MBG kami sudah menerima satu bulan yang lalu,” ujar Matnuri kepada JawaPos.com, Rabu (22/10/2025). “Menu yang diberikan juga beraneka, mulai nasi, mie, hingga roti.”
Ia menjelaskan, pihak sekolah menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, MBG membawa manfaat besar bagi anak-anak yang kini tak lagi perlu membawa bekal dari rumah.
Proses distribusi Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 1 Sidoarjo, Rabu (22/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
“Pagi anak-anak masih bisa beli di kantin, tapi siangnya tidak perlu bawa bontot lagi,” ucapnya. “Karena sudah ada MBG yang siap dibagikan setelah jam belajar selesai.”
Pembagian makanan diatur dengan cermat agar tak mengganggu kegiatan belajar dan ibadah. Matnuri menyebut, pihaknya meminta pembagian dilakukan maksimal pukul 11.30 siang agar siswa tetap bisa mengikuti salat berjamaah.
“Sekitar jam 12 anak-anak salat, dan setelah itu mereka mengambil MBG untuk dibawa ke kelas masing-masing,” terangnya. “Dengan begitu, kegiatan berjalan tertib dan lancar.”
Antusiasme siswa terlihat setiap kali program itu dijalankan. Ribuan murid yang bersekolah di SMP Negeri 1 Sidoarjo tampak menantikan giliran mereka menikmati makanan bergizi dari pemerintah.
“Anak-anak antusias sekali karena ini fasilitas yang membantu,” tutur Matnuri. “Memang ada yang kadang ingin menu tertentu, tapi karena jumlahnya lebih dari seribu, jadi kami buat bergantian.”
Menu yang bervariasi disebutnya menjadi daya tarik tersendiri. Selain membuat siswa tidak bosan, variasi itu juga memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan.
