
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Tengku Syahdana menjadi narasumber di Podcast Jawa Pos Media. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan program pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pemberdayaan dan partisipasi berbagai kelompok masyarakat, diharapkan distribusi dan edukasi gizi dapat berjalan lebih efektif.
“Karena memang di sini kita butuhkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat secara utuh. Misalnya ada komunitas-komunitas yang memang memahami tentang edukasi gizi dan sebagainya. Kita kolaborasi,” ujar Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana saat menjadi narasumber di Podcast 'Banyak Tanya' di Kantor Jawa Pos Media, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (23/10).
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat tidak hanya dalam kegiatan edukasi, tetapi juga pada proses pendistribusian bantuan gizi.
“Pada saat pemberian distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, mereka bisa menyampaikan gitu ya. Ada partisipasi masyarakat untuk mereka memahami tentang gizi, bagaimana tentang pola hidup sehat, pola makan, nah itu kita gandeng itu partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Tengku, pemberdayaan kelompok masyarakat seperti PKK dan posyandu menjadi elemen penting untuk memperluas jangkauan program.
“Belum lagi pemberdayaan masyarakat, kelompok-kelompok misalnya PKK, kemudian kelompok-kelompok posyandu, dan sebagainya itu berkontribusi untuk membantu pendistribusian ke ibu hamil, ibu menyusui, balita. Nah, ini peran-perannya itu begitu besar seperti itu,” tambahnya.
Selain itu, Tengku juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan lahan-lahan produktif guna menjaga ketersediaan bahan pangan bergizi.
“Dalam tempo beberapa bulan nanti ada kolaborasi dengan kementerian-kementerian lain untuk bibitnya dan sebagainya dan sebagainya untuk mengedukasi sehingga nantinya rantai pasok itu harus kita penuhi. Jangan nanti terganggu nih rantai pasok untuk bahan pokok di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut,” paparnya.
Tengku menegaskan bahwa keberhasilan program gizi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. “Nah, ini yang harus kita pahami pemberdayaan dan partisipasi masyarakat itu sangat penting,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022