Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 20.15 WIB

BGN Dorong Masyarakat Punya Peran Aktif Sukseskan Program MBG Lewat Edukasi Gizi

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Tengku Syahdana menjadi narasumber di Podcast Jawa Pos Media. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Tengku Syahdana menjadi narasumber di Podcast Jawa Pos Media. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan program pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pemberdayaan dan partisipasi berbagai kelompok masyarakat, diharapkan distribusi dan edukasi gizi dapat berjalan lebih efektif.

“Karena memang di sini kita butuhkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat secara utuh. Misalnya ada komunitas-komunitas yang memang memahami tentang edukasi gizi dan sebagainya. Kita kolaborasi,” ujar Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana saat menjadi narasumber di Podcast 'Banyak Tanya' di Kantor Jawa Pos Media, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (23/10).

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat tidak hanya dalam kegiatan edukasi, tetapi juga pada proses pendistribusian bantuan gizi.

“Pada saat pemberian distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, mereka bisa menyampaikan gitu ya. Ada partisipasi masyarakat untuk mereka memahami tentang gizi, bagaimana tentang pola hidup sehat, pola makan, nah itu kita gandeng itu partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Tengku, pemberdayaan kelompok masyarakat seperti PKK dan posyandu menjadi elemen penting untuk memperluas jangkauan program.

“Belum lagi pemberdayaan masyarakat, kelompok-kelompok misalnya PKK, kemudian kelompok-kelompok posyandu, dan sebagainya itu berkontribusi untuk membantu pendistribusian ke ibu hamil, ibu menyusui, balita. Nah, ini peran-perannya itu begitu besar seperti itu,” tambahnya.

Selain itu, Tengku juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan lahan-lahan produktif guna menjaga ketersediaan bahan pangan bergizi.

“Dalam tempo beberapa bulan nanti ada kolaborasi dengan kementerian-kementerian lain untuk bibitnya dan sebagainya dan sebagainya untuk mengedukasi sehingga nantinya rantai pasok itu harus kita penuhi. Jangan nanti terganggu nih rantai pasok untuk bahan pokok di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut,” paparnya.

Tengku menegaskan bahwa keberhasilan program gizi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. “Nah, ini yang harus kita pahami pemberdayaan dan partisipasi masyarakat itu sangat penting,” pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore