
Menag Nasaruddin Umar (kanan) bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/1). (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan di kalangan santri. Ia menyoroti fakta bahwa sebagian besar santri masih berada di lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.
Pernyataan ini disampaikan Cak Imin usai memimpin apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (22/10).
“Ya, kami menyadari sepenuhnya mayoritas para santri ada di desil 1-2. Tingkat kemiskinan yang cukup tinggi,” kata Cak Imin.
Cak Imin menegaskan, pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut melalui pendidikan yang lebih baik dan terarah. Salah satunya dengan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren yang akan fokus mengurangi ketertinggalan dan meningkatkan kemajuan ekonomi di lingkungan pesantren.
“Karena itu perhatian penanggulangan kemiskinan akan terus kita dorong melalui mata rantai yang harus diberhenti, diputus. Yaitu pendidikan yang menjadi lebih baik. Nanti ada Dirjen Direktorat Jenderal Pesantren yang khusus mengurangi ketertinggalan, menambah kemajuan,” jelasnya.
Ketua Umum DPP PKB itu menambahkan, upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya berhenti pada sektor pendidikan, tetapi juga akan diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ia menyebut jutaan warga akan menerima bantuan langsung tunai dan dukungan lain yang bertujuan mengangkat ekonomi keluarga miskin.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga menyerukan agar pimpinan pesantren mulai menyiapkan para santri dengan keterampilan vokasi. Menurutnya, santri harus dibekali dengan kemampuan praktis agar bisa bersaing di dunia kerja dan mandiri secara ekonomi.
“Saya menyerukan kepada semua pimpinan pesantren untuk menyiapkan anak-anak santri dengan skill. Dengan kemampuan vokasi, apakah pertukangan, apakah kerajinan, apakah welder,” tegasnya.
Ia pun menegaskan, tanggung jawab mencetak santri yang mandiri bukan hanya di tangan pesantren, tetapi juga pemerintah. Negara, kata Cak Imin, harus memberikan dukungan penuh agar santri bisa tumbuh menjadi tenaga terampil dan wirausahawan tangguh.
“Dan semua pemerintah harus membantu agar skill santri-santri lulusnya nanti menjadi tenaga kerja yang terampil, menjadi pengusaha-pengusaha yang tangguh. Pemerintah harus mengajari mereka jadi pengusaha, mengajari mereka menjadi tenaga kerja yang siap pakai,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022