
Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan sambutan pada acara Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com – Lembaga riset independen IndoStrategi merilis hasil evaluasi kinerja kementerian selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ada 10 kementerian terbaik, tiga di antaranya Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Peran ketiga kementerian itu yang menuai sorotan soal swasembada pangan sebagaimana bagian dari program Presiden Prabowo. Prabowo menugaskan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mentan Amran Sulaiman, dan Mendagri Tito Karnavian untuk mengawal swasembada pangan.
Menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, secara keseluruhan ketiga menteri itu sudah menjalankan tugasnya dengan baik dalam mewujudkan swasembada pangan. Hal tersebut bisa dilihat dari ketersediaan pangan yang ada sekarang.
“Kalau dilihat dari tingkat ketersediaan pangan sampai hari ini memang cukup memadai, artinya masyarakat tercukupi, kan kita tidak lihat berita ada masyarakat kelaparan,” ujarnya, Senin (20/10).
Trubus menekankan bahwa perlu dicatat, biasanya hampir setiap negara berkembang tak luput dari masalah kelaparan. Sementara bangsa Indonesia saat ini tidak mengalami persoalan tersebut. “Ini kita gak ada, ini menjadi penegasan bahwa swasembada kita sukses,” imbuhnya.
Ketiga menteri yang ada, seperti Mentan Amran diketahui memainkan fungsinya untuk mengawal produksi pangan, sedangkan Mendagri Tito mengawal proses koordinasi antara stakeholder pangan sekaligus mencegah inflasi. Sedangkan, Menhan Sjafrie menyiapkan lahan dan pengamanan.
Dengan melihat kondisi yang ada dari kinerja kementerian itu, ditambah dengan badan dan lembaga lainnnya, tampak bahwa impor menurun dari tahun-tahun sebelumnya. “Artinya, pangan itu berasal dari budidaya kita sendiri, dari masyarakat lokal, masyarakat dari kabupaten/kota itu umumnya,” katanya.
Lalu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah juga cukup baik. Menurut Trubus, sebelumnya di daerah itu selama ini sering mengalami masalah, mengingat Indonesia negara luas, ada daerah yang hujan terus, ada daerah yang minim hujan, ada yang kekeringan, ada yang subur dan tidak subur sama sekali.
“Tetapi kita berhasil bisa mencukupi itu, dan harga pangan terjangkau. Meskipun memang mahal, ini yang menjadi tugas pemerintah untuk memotong distribusi itu. Ini kan sebenarnya ditugaskan Koperasi Merah Putih itu ke sana, jadi tidak melalui pedagang lagi, jadi masyarakat membeli dari Koperasi Merah Putih, jadi koperasi langsung membeli dari produsennya,” katanya.
Trubus menambahkan, dari sisi konektivitas cukup baik karena infrastruktur memadai. Meski, jarak antar-pulau jauh, namun adanya pelabuhan-pelabuhan membuat setiap kabupaten/kota bisa terkoneksi dengan baik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
