
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Setwapres)
JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka angkat bicara, soal kunjungan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dan pegiat media sosial dokter Tifa ke makam keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Gibran menyampaikan terima kasih atas kunjungan Roy Suryo dan dokter Tifa ke makam kakek dan neneknya di daerah Karanganyar.
"Saya atas nama pribadi dan keluarga, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu dr Tifa yang sudah sengaja datang melakukan ziarah kubur dan mendoakan Kakek Nenek kami tercinta yang telah tiada," kata Gibran kepada wartawan, Jumat (10/10).
Gibran menegaskan, siapapun boleh berkunjung dan mendoakan almarhum kakek dan neneknya yang telah meninggal dunia.
"Makam tersebut adalah makam keluarga, siapapun boleh melakukan ziarah kubur dan mendoakan almarhum Kakek dan almarhumah Nenek kami," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, viral aksi Roy Suryo dan dokter Tifa mengunjungi makam keluarga Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Dalam video yang beredar di media sosial, keduanya mengaku menemukan hal yang janggal dan tak lazim.
Dalam tayangan video, dokter Tifa mengklaim adanya informasi dari warga setempat bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukan ibu kandung Jokowi.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
