Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 16.53 WIB

Pimpinan DPR Minta Santri Ponpes Al Khoziny Diberi Pendampingan Psikososial Pasca Tragedi Musala Ambruk

Bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos) - Image

Bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan duka mendalam atas musibah ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menegaskan, tragedi ini harus menjadi pelajaran penting agar negara hadir mendampingi pesantren, baik dalam pembangunan fasilitas maupun pemulihan pasca bencana.

“Atas nama DPR maupun pribadi, kami sampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas musibah ini. Dukacita mendalam secara khusus kepada korban maupun keluarganya,” kata Cucun kepada wartawan, Rabu (1/10).

Cucun menekankan, proses evakuasi harus mengutamakan keselamatan tim dan korban. Ia juga menilai peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi dunia pendidikan keagamaan, terlebih Ponpes Al Khoziny merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Timur yang melahirkan banyak tokoh agama.

“Pesantren ini banyak berkontribusi untuk negara. Kejadian ini jadi pengingat bahwa pembangunan asrama, sekolah, dan fasilitas lainnya harus berdasarkan kajian matang,” ujarnya.

Menurutnya, negara tidak boleh lalai dalam memastikan sarana pendidikan dan keagamaan berdiri di atas standar keselamatan yang ketat. Pemerintah, kata dia, seharusnya ikut mendampingi proses pembangunan di pesantren agar fasilitas yang digunakan para santri aman.

“Keselamatan santri, yang merupakan aset bangsa dan calon pemimpin umat, harus ditempatkan sebagai prioritas utama,” tegas legislator asal Jawa Barat II itu.

Cucun meminta pemerintah segera melakukan langkah cepat, mulai dari penanganan darurat korban, investigasi penyebab ambruknya bangunan, hingga memperkuat sistem pengawasan pembangunan fasilitas pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia.

Selain pemulihan fisik bangunan, ia juga menekankan pentingnya pendampingan psikososial bagi santri dan keluarga korban.

“Musibah ini pastinya sangat berat bagi pihak ponpes dan santri. Pendampingan psikologi dan sosial harus diberikan untuk mempercepat pemulihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cucun menyerukan agar negara memberi perhatian lebih pada pesantren sebagai benteng moral bangsa.

“Melindungi santri berarti melindungi masa depan bangsa. Insiden ini harus menjadi momentum menghadirkan kebijakan yang berpihak pada keselamatan, martabat, dan hak anak-anak bangsa,” pungkas Cucun.

Sebagaimana diketahui, musala yang berada di asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk saat digunakan santri untuk salat Ashar berjemaah, Senin (29/9). Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu roboh dan menewaskan tiga santri serta melukai puluhan lainnya. 

Basarnas mencatat, hingga Selasa (30/9) sore, 102 santri berhasil dievakuasi, sementara 38 lainnya diduga masih terjebak dalam reruntuhan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore