Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 14.11 WIB

Haidar Alwi: Tim Kapolri Dukung Reformasi Kepolisian, Bukan Jadi Tandingan

Ilustrasi polisi. Antara - Image

Ilustrasi polisi. Antara

JawaPos.com-Lahirnya Tim Tranformasi Reformasi Polri di tengah niat Istana membentuk Komisi Reformasi Kepolisian menuai sorotan.

Menurut Pendiri Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, tim yang dibentuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tersebut bukan tandingan Komisi Reformasi Kepolisian. Tim itu justru akan menjadi mekanisme internal untuk memastikan perubahan terjadi. 

”Tim bentukan kapolri bukanlah instrumen tandingan terhadap tim reformasi Polri yang dibentuk presiden, melainkan sebuah mekanisme internal yang diperlukan untuk memastikan arah perubahan berjalan sesuai dengan kebutuhan riil institusi kepolisian,” kata Haidar melalui keterangan resmi pada Selasa (23/9). 

Menurut Haidar, di tengah niatan pemerintah melakukan reformasi kepolisian, diperlukan tim dari internal kepolisian untuk bekerja sama sebagaimana telah disampaikan Jenderal Sigit. Mengingat Polri merupakan lembaga yang kompleks dengan kultur, struktur, serta beban operasional yang khas.

Karena itu, menurut dia, Korps Bhayangkara memerlukan instrumen internal untuk mendorong perubahan dari dalam.

”Di situlah posisi tim transformasi bentukan kapolri menjadi signifikan. Tugasnya adalah melakukan evaluasi, merumuskan langkah-langkah strategis, dan mengawal pelaksanaan reformasi agar tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar membumi dalam praktik keseharian aparat kepolisian,” jelas Haidar. 

Sebagai analogi, Haidar menyatakan bahwa Komsi Reformasi Kepolisian yang dibuat oleh presiden akan berperan sebagai dokter. Sementara tim bentukan kapolri adalah pasiennya.

Dia menyebut, dokter bisa memberikan diagnosa yang tepat, meresepkan obat, atau menentukan tindakan lanjutan apabila mengetahui secara rinci gejala yang dirasakan pasien. 

”Dalam hal ini, tim internal kapolri adalah pasien yang menyampaikan informasi akurat mengenai kondisi tubuh organisasinya, sehingga resep reformasi yang diberikan tidak salah sasaran,” imbuh dia.

Haidar menambahkan, tim internal yang dibentuk oleh kapolri tidak tumpang tindih dengan tim bentukan Presiden. Sebab, tim bentukan presiden bersifat eksternal dan inklusif, melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil, akademisi, serta tokoh-tokoh independen untuk memberikan pandangan, masukan, dan kontrol dari luar. Semenyara, tim bentukan kapolri bekerja di lingkup internal.

”Dengan demikian, keberadaan keduanya justru saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih. Yang jauh lebih penting adalah memastikan kedua tim itu bergerak selaras. Tim bentukan presiden dapat berperan sebagai mata publik yang kritis sekaligus mitra strategis, sementara tim kapolri menjadi tangan yang mengeksekusi gagasan reformasi ke dalam praktik organisasi,” terang Haidar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore