
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan korban banjir di Banjar gerenceng, Kabupatten Badung, Bali, Sabtu (13/9). (Biro Pers Setpres)
JawaPos.com - Usai melakukan kunjungan singkat ke Qatar dan Uni Emirat Arab pada Jumat (12/9), Presiden Prabowo Subianto langsung kembali ke tanah air.
Presiden langsung mendarat di Bali guna meninjau wilayah terdampak banjir di Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (13/9).
Dikutip dari laman Sekretariat Negara, di Bali, Presiden mendatangi pemukiman warga di gang Gajahmada IV, Banjar Gerenceng.
Menyusuri gang kecil yang masih penuh dengan lumpur, beberapa kali Prabowo berhenti untuk berbincang-bincang dengan para warga terdampak. Prabowo menanyakan kondisi keluarga dan rumah saat banjir terjadi.
Warga pun dengan seketika menceritakan kondisi yang terjadi. Mulai dari saat air sungai mulai naik hingga masuk ke rumah-rumah mereka.
Dalam kunjungannya, Prabowo ingin memastikan bahwa langkah darurat telah dilakukan dengan baik. Termasuk distribusi bantuan yang harus menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
Sebelum hadir secara langsung, pada Rabu (10/9), Prabowo telah merespons cepat musibah yang melanda sejumlah wilayah Bali.
Melalui sambungan telepon, ia secara langsung menginstruksikan instansi terkait untuk bergerak cepat ke lokasi bencana. Prabowo juga menekankan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah daerah di Provinsi Bali, Rabu (10/9). Banjir kali ini jadi yang terparah dalam satu dekade terakhir, karena menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia.
Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Kamis sore (11/9) tercatat 16 orang meninggal dunia dalam bencana ini.
Rinciannya 10 korban meninggal di Kota Denpasar, 2 korban meninggal di Kabupaten Jembrana, 3 korban meninggal di Kabupaten Gianyar, dan 1 korban meninggal di Kabupaten Badung.
Banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa (8/9). Kondisi ini menyebabkan saluran air dan sungai meluap karena tak mampu menampung volume air hujan.
Kondisi diperparah dengan sampah yang menggunung dan minimnya aliran air karena dampak masifnya pembangunan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
