Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 02.27 WIB

Pulang dari Lawatan ke Qatar dan UEA, Presiden Prabowo Subianto Langsung Tengok Korban Banjir di Bali

Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan korban banjir di Banjar gerenceng, Kabupatten Badung, Bali, Sabtu (13/9). (Biro Pers Setpres) - Image

Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan korban banjir di Banjar gerenceng, Kabupatten Badung, Bali, Sabtu (13/9). (Biro Pers Setpres)

JawaPos.com - Usai melakukan kunjungan singkat ke Qatar dan Uni Emirat Arab pada Jumat (12/9), Presiden Prabowo Subianto langsung kembali ke tanah air.

Presiden langsung mendarat di Bali guna meninjau wilayah terdampak banjir di Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (13/9).

Dikutip dari laman Sekretariat Negara, di Bali, Presiden mendatangi pemukiman warga di gang Gajahmada IV, Banjar Gerenceng.

Menyusuri gang kecil yang masih penuh dengan lumpur, beberapa kali Prabowo berhenti untuk berbincang-bincang dengan para warga terdampak. Prabowo menanyakan kondisi keluarga dan rumah saat banjir terjadi. 

Warga pun dengan seketika menceritakan kondisi yang terjadi. Mulai dari saat air sungai mulai naik hingga masuk ke rumah-rumah mereka.  

Dalam kunjungannya, Prabowo ingin memastikan bahwa langkah darurat telah dilakukan dengan baik. Termasuk distribusi bantuan yang harus menjangkau seluruh masyarakat terdampak. 

Sebelum hadir secara langsung, pada Rabu (10/9), Prabowo telah merespons cepat musibah yang melanda sejumlah wilayah Bali.

Melalui sambungan telepon, ia  secara langsung menginstruksikan instansi terkait untuk bergerak cepat ke lokasi bencana. Prabowo juga menekankan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. 

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah daerah di Provinsi Bali, Rabu (10/9). Banjir kali ini jadi yang terparah dalam satu dekade terakhir, karena menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia.

Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Kamis sore (11/9) tercatat 16 orang meninggal dunia dalam bencana ini.

Rinciannya 10 korban meninggal di Kota Denpasar, 2 korban meninggal di Kabupaten Jembrana, 3 korban meninggal di Kabupaten Gianyar, dan 1 korban meninggal di Kabupaten Badung. 

Banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa (8/9). Kondisi ini menyebabkan saluran air dan sungai meluap karena tak mampu menampung volume air hujan.

Kondisi diperparah dengan sampah yang menggunung dan minimnya aliran air karena dampak masifnya pembangunan. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore