Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 03.20 WIB

Soal Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo, Pengamat Nilai Hanya Kiasan Politik Bukan Menyerang Individu

Presiden Prabowo Subianto saat pidato di mimbar pidato Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai pernyataan Londo Ireng yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto tidak ditujukan untuk individu tertentu. Kalimat tersebut sebatas kiasan yang mengkritik kalangan tertentu yang kerap mendeskreditkan pemerintah.
 
"Saya melihat pernyataan Presiden Prabowo lebih tepat dipahami sebagai kiasan politik, bukan ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu secara harfiah," kata Iwan, Minggu (26/7).
 
Iwan menjelaskan, Londo Ireng selama ini dikenal sebagai istilah bagi oknum yang lebih menguntungkan asing dibanding negeri sendiri.
 
"Istilah Londo Ireng sendiri sudah lama dikenal dalam sejarah Indonesia sebagai simbol bagi orang-orang yang secara fisik merupakan bagian dari bangsa sendiri, tetapi cara berpikir, keberpihakan, atau tindakannya lebih menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan nasional," imbuhnya. 
 
 
Iwan menilai, Prabowo selalu konsisten terhadap misi kedaulatan nasional. Hal itu bisa dilihat dari kebijakan hilirisasi, ketahanan pangan, swasembada energi, penguatan industri nasional, hingga keberanian mengambil kebijakan yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan luar negeri. 
 
"Dalam situasi seperti itu, tentu akan muncul kelompok-kelompok yang secara terus-menerus membangun narasi pesimistis atau bahkan berupaya menggagalkan kebijakan strategis negara. Saya kira Presiden sedang mengingatkan agar elite bangsa tidak menjadi perpanjangan kepentingan eksternal ketika Indonesia sedang berupaya memperkuat posisi tawarnya di tingkat global," jelasnya. 
 
Oleh karena itu, Iwan menyakini pernyataan Prabowo hanya ditunjukan bagi oknum-oknum tertentu, bukan profesi jurnalis, LSM, pengamat pada umumnya.
 
"Saya tidak melihat Presiden sedang menggeneralisasi profesi tertentu. Sangat keliru apabila istilah itu kemudian diarahkan kepada seluruh jurnalis, aktivis LSM, akademisi, atau pengamat. Yang menjadi persoalan bukan profesinya, melainkan apabila ada pihak mana pun baik pejabat, politisi, akademisi, pengusaha, pengamat, LSM, maupun media yang secara sadar memperjuangkan kepentingan asing dengan mengorbankan kepentingan nasional," ungkap Iwan. 
 
Oleh karena itu, Iwan melihat istilah Londo Ireng ini sebagai kritik Presiden terhadap cara berpikir dan orientasi kepentingan, alih-alih menuding profesi tertentu.
 
"Karena itu, saya memandang pernyataan Presiden lebih merupakan kritik terhadap cara berpikir dan orientasi kepentingan, bukan terhadap identitas profesi tertentu," tandasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore