Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 01.41 WIB

MBG di SDN Srengseng 01 Jakarta Barat, Kurangi Uang Jajan dan Tumbuhkan Rasa Saling Berbagi Antar Siswa

Suasana jam istirahat di SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat. (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Suasana jam istirahat di SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com — Di halaman SD Negeri Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat, aroma lauk pauk yang mengepul dari kotak makanan seolah menyapa hidung siapa pun yang melintas. Saat bel jam istirahat berbunyi, anak-anak duduk berkelompok, membuka kotak menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima setiap hari sekolah.

Bagi sebagian orang tua, program MBG terasa seperti hadiah yang meringankan langkah. Marni Sugiarti, ibu dari Junita Putri Anggraini, siswi kelas 5B, tak menutupi rasa syukurnya. “Ya, manfaatnya sih membantu kita saja. Memang harusnya biasanya anak-anak bawa bekal jadi tidak,” katanya kepada JawaPos.com.

Menurutnya, program ini bukan sekadar soal bekal yang tak lagi repot dipersiapkan. Lebih dari itu, ada penghematan kecil yang terasa di dompet. “Ya, bersyukur saja. Mengurangi uang jajan,” tambahnya.

Bagi Irsyad, siswa kelas 6B, MBG adalah pengalaman sederhana yang menyenangkan. “Enak sih, sehat,” ucapnya singkat. Baginya, ayam, tahu, hingga roti dan burger yang sesekali hadir sudah cukup membuat makan siang jadi istimewa. “Banyak, kayak ayam, tahu, roti-roti, burger gitu,” katanya sambil menyebutkan satu per satu.

Wakil Kepala Sekolah SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat, Siska Devi Yenita. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

Dari balik meja kerjanya, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri Srengseng 01, Siska Devi Yenita mengingat jelas kapan program ini pertama kali hadir. “Tepatnya tanggal hari Rabu sebulan yang lalu ya Bu RW Agustus. Udah dah tiga mingguan,” kenangnya.

Di sekolah ini, 427 siswa setiap hari menikmati MBG. Bila ada sisa, kotak-kotak makanan itu tidak terbuang sia-sia. “Jadi yang masuk ke kita 428. Sebagai tes satu. Nah kalau anak-anak yang ada yang gak masuk ke hari ini, kan kadang ada sisa 2-3. Kita nanya lagi, ada yang mau gak? ada yang mau,” jelas Siska.

Ia melihat bagaimana menu yang datang tiap hari membawa keseimbangan gizi. “Setiap MBG yang datang selalu ada sayur, ada protein nabatinya, ataupun hewaninya ya, mau ikan, mau telur. Selalu ada tempe, tahu, tadi hari ini, karbohidrat semua lengkap sih, ada susu juga Bu,” terangnya.

Namun yang paling berkesan bagi Siska bukanlah daftar gizi di atas kertas, melainkan perubahan kecil yang lahir di ruang kelas. “Kalau yang kebetulan di kelas saya, malah saya berpikirnya lebih ke sharing, menumbukkan rasa empati menurut saya. Gini, tidak semua anak suka buah, padahal menurut kita buah itu enak ya. Contoh deh kemarin Kelengkeng, kelengkeng kan enak banget ya, tapi ada anak yang tidak suka. Akhirnya sharing, kayak berbagi,” tandasnya.

Perluas Jangkauan

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Salah satu wali murid SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat, Marni Sugiarti. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore