
Suasana jam istirahat di SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com — Di halaman SD Negeri Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat, aroma lauk pauk yang mengepul dari kotak makanan seolah menyapa hidung siapa pun yang melintas. Saat bel jam istirahat berbunyi, anak-anak duduk berkelompok, membuka kotak menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima setiap hari sekolah.
Bagi sebagian orang tua, program MBG terasa seperti hadiah yang meringankan langkah. Marni Sugiarti, ibu dari Junita Putri Anggraini, siswi kelas 5B, tak menutupi rasa syukurnya. “Ya, manfaatnya sih membantu kita saja. Memang harusnya biasanya anak-anak bawa bekal jadi tidak,” katanya kepada JawaPos.com.
Menurutnya, program ini bukan sekadar soal bekal yang tak lagi repot dipersiapkan. Lebih dari itu, ada penghematan kecil yang terasa di dompet. “Ya, bersyukur saja. Mengurangi uang jajan,” tambahnya.
Bagi Irsyad, siswa kelas 6B, MBG adalah pengalaman sederhana yang menyenangkan. “Enak sih, sehat,” ucapnya singkat. Baginya, ayam, tahu, hingga roti dan burger yang sesekali hadir sudah cukup membuat makan siang jadi istimewa. “Banyak, kayak ayam, tahu, roti-roti, burger gitu,” katanya sambil menyebutkan satu per satu.
Wakil Kepala Sekolah SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat, Siska Devi Yenita. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Dari balik meja kerjanya, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri Srengseng 01, Siska Devi Yenita mengingat jelas kapan program ini pertama kali hadir. “Tepatnya tanggal hari Rabu sebulan yang lalu ya Bu RW Agustus. Udah dah tiga mingguan,” kenangnya.
Di sekolah ini, 427 siswa setiap hari menikmati MBG. Bila ada sisa, kotak-kotak makanan itu tidak terbuang sia-sia. “Jadi yang masuk ke kita 428. Sebagai tes satu. Nah kalau anak-anak yang ada yang gak masuk ke hari ini, kan kadang ada sisa 2-3. Kita nanya lagi, ada yang mau gak? ada yang mau,” jelas Siska.
Ia melihat bagaimana menu yang datang tiap hari membawa keseimbangan gizi. “Setiap MBG yang datang selalu ada sayur, ada protein nabatinya, ataupun hewaninya ya, mau ikan, mau telur. Selalu ada tempe, tahu, tadi hari ini, karbohidrat semua lengkap sih, ada susu juga Bu,” terangnya.
Namun yang paling berkesan bagi Siska bukanlah daftar gizi di atas kertas, melainkan perubahan kecil yang lahir di ruang kelas. “Kalau yang kebetulan di kelas saya, malah saya berpikirnya lebih ke sharing, menumbukkan rasa empati menurut saya. Gini, tidak semua anak suka buah, padahal menurut kita buah itu enak ya. Contoh deh kemarin Kelengkeng, kelengkeng kan enak banget ya, tapi ada anak yang tidak suka. Akhirnya sharing, kayak berbagi,” tandasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Salah satu wali murid SDN Srengseng 01, Kembangan, Jakarta Barat, Marni Sugiarti. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
