
Jensen Huang, CEO Nvidia../(Fortune)
JawaPos.com — Menjadi perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 4,8 triliun atau setara Rp86.448 triliun (dengan kurs Rp18.010 per dolar AS) tidak membuat Nvidia mengikuti tradisi kemewahan yang selama ini identik dengan Silicon Valley.
Alih-alih menyediakan makan siang gratis seperti banyak perusahaan teknologi besar lainnya, Nvidia tetap menerapkan kebijakan bahwa karyawan membayar makanan mereka sendiri di kafetaria perusahaan.
Pendekatan tersebut menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan budaya Silicon Valley yang selama bertahun-tahun menjadikan berbagai fasilitas gratis sebagai daya tarik utama untuk merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.
Di saat perusahaan lain mengandalkan beragam tunjangan, Nvidia memilih membangun budaya kerja yang menempatkan kepemilikan perusahaan dan fokus pada pekerjaan sebagai nilai utama.
Dilansir dari Fortune, Kamis (2/7/2026), perhatian terhadap kebijakan tersebut mencuat setelah insinyur perangkat lunak sekaligus penulis The Pragmatic Engineer, Gergely Orosz, mengunjungi kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California.
Dia menulis, "Makanan ringan dan kopi tidak gratis. Anda harus membayarnya. Hal seperti ini mungkin tidak lazim di perusahaan Big Tech, tetapi bukan persoalan bagi para pengembang di sini."
Sementara itu, mantan karyawan yang diwawancarai Business Insider menjelaskan bahwa makanan di kafetaria memang mendapat subsidi, bukan diberikan cuma-cuma. Kopi umumnya tersedia gratis, tetapi sebagian minuman kemasan dan minuman dari kafe di area kantor tetap harus dibayar.
Kebijakan tersebut ternyata bukan hal baru. Seorang mantan peserta magang Nvidia pada 2014 pernah menulis bahwa harga makan siang bersubsidi saat itu rata-rata sekitar 6 dolar AS, setara sekitar Rp108.060 dengan kurs saat ini, sedangkan jika disesuaikan dengan inflasi kini nilainya sekitar 8,50 dolar AS. Menu yang tersedia meliputi ayam dan pasta, ayam dan nasi, fish and chips, hingga sandwich.
Model Nvidia sangat kontras dengan Google yang selama bertahun-tahun menjadi pelopor fasilitas makan gratis di Silicon Valley. Di kompleks Googleplex, Mountain View, tersedia puluhan lokasi makan bagi karyawan.
Kepala investasi Google dan Alphabet, Ruth Porat, menjelaskan bahwa manfaat terbesar bukan sekadar makanannya. "Pertemuan yang terjadi secara tidak direncanakan sangat berharga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
