
Suasana bangunan rumah banjir di Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). (Bayu Sastra Negari/ Radar Bali)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya menormalkan situasi di Bali pasca bencana banjir. Banjir yang terus surut membuat masa tanggap darurat dipercepat dari 14 hari menjadi 7 hari. Korban hilang yang masih dalam pencarian tinggal satu orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kembali meninjau dua lokasi pos pengungsian warga terdampak banjir di Kota Denpasar. Dari hasil pantauan tim di lapangan, secara umum banjir yang terjadi telah surut.
Fokus utama tim di saat ini dalam pencarian korban yang masih hilang dan pembersihan sisa material, serta penyedotan genangan air di Basement Pasar Badung dan beberapa titik lainnya.
"Pasar Badung airnya disedot terus menggunakan pompa, kami juga datangkan pompa dari luar Bali untuk mempercepat proses tersebut," ungkapnya.
Lebih lanjut Suharyanto menyatakan, dengan kondisi cepat membaik dan tidak lagi datang hujan. Semula status tanggap darurat diusulkan 14 hari, namun dipercepat menjadi 7 hari. "Kondisi di Bali pasca terjadinya banjir, sudah mulai normal dan terkendali," urainya.
Untuk pencarian korban hilang hingga kini masih terus dilakukan, dengan menerjunkan sedikitnya 125 personel di lokasi-lokasi yang diduga terdapat korban yang dilaporkan hilang tersebut. Merujuk laporan telah dihimpun sampai Kamis malam (11/9), telah berhasil ditemukan satu orang korban meninggal dunia. "Sehingga total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang dan 1 orang masih dilaporkan hilang," ujarnya.
Adapun rincian korban meninggal dunia sebagai berikut, 10 korban di Kota Denpasar, 2 korban di Kabupaten Jembrana, 3 korban di Kabupaten Gianyar dan 1 korban di Kabupaten Badung.
Terkait kebutuhan para pengungsi, dia memastikan semua akan diupayakan. "Seluruh kebutuhan dari mulai pakaian untuk pria dan wanita akan kita berikan. Mengingat bapak dan ibu memerlukannya karena banyak pakaian yang terkena banjir,” kata Suharyanto. Selain itu, BNPB juga akan memberikan kebutuhan lainnya seperti perlengkapan sekolah bagi anak, kebutuhan perempuan dan ibu menyusui. "Hari ini sembako dan makanan bagi anak-anak kami berikan. Kebutuhan yang masih kurang, segera akan kami penuhi,” jelasnya.
Bagi rumah yang mengalami kerusakan, rumah rusak ringan dan rusak sedang akan dibantu oleh pemerintah. "termasuk rumah yang alami rusak berat," paparnya. (idr)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
