
Banjir menggenangi sejumlah lokasi di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Rabu (10/9/2025). (BPBD Kabupaten Lampung Barat)
JawaPos.com - Pekan ini banjir melanda beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur (Kaltim), hingga Lampung.
Di Bali dan NTT, banjir menelan korban meninggal dunia serta korban hilang. Sementara di beberapa daerah lain, banjir mengganggu aktivitas masyarakat. berikut daftarnya.
”Banjir melanda wilayah Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kaltim, pada Kamis (11/9) pukul 07.00 WIB. Peristiwa itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan hulu dan mengakibatkan meluapnya Sungai Mahakam,” terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari pada Jumat (12/9).
Luapan Sungai Mahakam membanjiri sejumlah kampung di 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Long Bagun (Kampung Mamahak Besar, Long Ilir, Long Merah, dan Ujoh Bilang), Kecamatan Long Hubung (Kampung Datah Bilang Ilir dan Long Hubung), serta Kecamatan Laham (Kampung Long Gelawang).
”Hingga saat ini, pendataan awal mencatat sebanyak 22 kepala keluarga terdampak. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun banjir menimbulkan kerugian materil bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Di Lampung, Abdul Muhari menyampaikan bahwa banjir melanda Desa Banding Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.
Laporan terbaru mencatat, akses jalan menuju Pekon Banding Agung masih terputus akibat tertutup material longsor. Sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa melintasi jalur tersebut.
”BPBD bersama masyarakat terus melakukan pembersihan lumpur dan penanganan longsor. Cuaca di wilayah terdampak kembali diguyur hujan, menyebabkan debit air perlahan naik dan berpotensi memicu banjir susulan,” terang dia.
Sebagai langkah antisipasi, Posko darurat di Pekon Gunung Sari terus beroperasi sebagai pusat koordinasi penanganan.
Operasional posko tersebut didukung oleh unsur BPBD, Satpol PP, Dinas Sosial, aparat kecamatan, aparat desa, serta masyarakat.
”Bupati Lampung Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor, Banjir, dan Banjir Bandang di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh selama 14 hari. Mulai 10 hingga 24 September 2025,” jelasnya.
Sementara di Bali, banjir dahsyat yang terjadi mengakibatkan sejumlah korban jiwa. Merujuk data terbaru dari BNPB jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut bertambah menjadi 18 orang. Sampai saat ini, 2 korban hilang masih belum ditemukan.
Abdul Muhari menyampaikan bahwa banjir di Bali melanda 7 kabupaten dan kota. Penyebabnya adalah hujan deras yang terjadi sejak Selasa malam (9/9).
Banjir tersebut sempat melumpuhkan geliat Bali sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia.
”Setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa malam, Bali sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda Kota Denpasar dan 6 kabupaten lainnya,” ungkap Abdul Muhari.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
