Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 14.32 WIB

Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Tim Reformasi Kepolisian, saat Dialog dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh GNB di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9). Ia menyetujui usulan membentuk tim reformasi kepolisian. (Setpres) - Image

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh GNB di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9). Ia menyetujui usulan membentuk tim reformasi kepolisian. (Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menyetujui pembentukan tim reformasi kepolisian.

Persetujuan itu disampaikan dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, akademisi, dan masyarakat sipil. Di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat, Gomar Gultom, hingga Laode Syarif.

Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom menyampaikan bahwa usulan GNB mengenai evaluasi dan reformasi kepolisian mendapat sambutan positif dari Presiden Prabowo

“Disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa, perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden, akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian,” kata Gomar Gultom usai pertemuan.

Gomar menambahkan, pemikiran para tokoh yang tergabung di dalam GNB sejalan dengan gagasan yang sudah lebih dahulu ada dalam konsep kepemimpinan Prabowo. 

“Harapan-harapan yang diminta oleh teman-teman itu juga malah sudah dalam konsepnya Bapak Presiden. Jadi istilahnya tadi itu gayung bersambut,” ucapnya.

Sementara, mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga menyetujui pembentukan tim investigasi independen pasca gelombang demonstrasi. 

Menurutnya, sejumlah isu strategis termasuk tuntutan rakyat yang berisi 17+8 poin turut menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut.

Ia menegaskan, pesan-pesan kebangsaan dari mahasiswa, masyarakat sipil, hingga organisasi masyarakat turut menjadi bagian penting dalam pertemuan itu.

“Dan apa yang kami sampaikan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Bahkan beliau membahas secara detail satu persatu, poin demi poin apa yang kami sampaikan,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore