
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh bangsa yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9).(Ist)
JawaPos.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerugian besar akibat banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Bali. Ia menegaskan, bencana ini bukan hanya soal alam semata, melainkan ujian nyata kapasitas negara dalam melindungi rakyat dari bencana sekaligus menjamin kebutuhan ekonomi masyarakat.
"Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi. Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat," kata Puan kepada wartawan, Kamis (11/9).
Ia menambahkan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sejak hari pertama bencana. Terlebih, berdasarkan data BNPB, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat banjir, sementara dua orang di Denpasar masih dalam pencarian.
BPBD Bali juga melaporkan banjir melanda 120 titik di tujuh kabupaten/kota, dengan jumlah pengungsi mencapai 562 jiwa. Sebagian besar warga mengungsi di Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar.
Legislator Fraksi PDIP itu mengingatkan sejumlah langkah teknis yang harus segera dilakukan. Ia menekankan pentingnya distribusi bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, anak, dan lansia.
Selain itu, ia juga menyoroti penyediaan tempat pengungsian yang layak, fasilitas kesehatan darurat, dan akses pendidikan sementara bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak.
Tak hanya itu, Puan meminta pemerintah segera melakukan pemulihan infrastruktur vital, mulai dari jalan utama, jembatan, drainase, hingga pasar rakyat yang lumpuh akibat banjir. Menurutnya, pendataan yang akurat dan transparan juga menjadi kunci agar bantuan dapat tepat sasaran dan pemulihan berjalan efektif.
"Jangan sampai warga hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Pemerintah daerah dan pusat harus hadir nyata di lapangan dengan langkah konkret," tegasnya.
Lebih jauh, Puan menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang, termasuk audit tata ruang, penataan daerah aliran sungai (DAS), reboisasi kawasan hulu, dan pembangunan sistem drainase perkotaan yang lebih memadai. Ia juga menyoroti Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus, mengingat dampak banjir terhadap citra Indonesia di mata dunia.
"Pemulihan Bali harus dilakukan dengan pendekatan menyeluruh. Jangan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kecil, para pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM mendapatkan dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk," pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
