Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Jakarta menerima layanan Makan Bergizi Gratis dari pemerintah. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tidak hanya jadi tempat membayar zakat. Tetapi juga ikut terlibat dalam program strategis pemerintah. Salah satunya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah bergulir sekarang.
Dorongan tersebut disampaikan pimpinan Baznas bidang pendistribusian Saidah Sakwan di Bogor (9/9). Dia mengatakan saat ini sudah ada pengakuan dari negara terhadap dana zakat serta dana sosial keagamaan lainnya di dalam kebijakan nasional. “Alhamdulillah, zakat kini masuk dalam RPJP dan RPJMN sebagai bagian dari keuangan sosial syariah," katanya.
Untuk itu dana zakat termasuk keberadaan UPZ didorong untuk lebih bermakna dan bermanfaat di masyarakat. Dia menekankan dana zakat tidak diperlakukan sebagai keuangan negara. Tetapi sebagai keuangan syariah. Sehingga zakat tetap aman secara syariah namun memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
Dia mengatakan UPZ bisa terlihat dalam MBG. Apalagi ada UPZ yang mempunyai lumbung pangan dan balai ternak. Sehingga bisa ikut terlibat dalam ekosistem MBG. Khususnya dalam penyediaan lauk dan sayuran. Kemudian UPZ di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) berfokus pada ekosistem pangan berbasis hasil riset pertanian, peternakan, dan perikanan. "Banyak pula UPZ lain yang mengembangkan balai ternak dan program pangan di wilayah masing-masing," katanya.
Dalam program MBG, lanjut Saidah, UPZ Baznas diminta berperan aktif atau terlibat dalam ekosistemnya. Bahkan keterlibatannya bukan hanya menyediakan makanan. "UPZ dapat menjadi penyedia bahan pokok melalui binaan UMKM. Seperti telur, ikan, susu, beras, atau sayur-mayur yang dibutuhkan program tersebut," katanya.
Dengan cara ini, zakat tidak hanya mendukung gizi anak sekolah. Tetapi juga memperkuat akses pasar bagi mustahik binaan.
Kemudian dalam bidang pendidikan, lanjut Saidah, mayoritas UPZ telah menjalankan program beasiswa dan dukungan biaya pendidikan. Dia berharap setiap UPZ dapat menyelesaikan persoalan pendidikan di wilayahnya. Program seperti Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) bisa direplikasi oleh UPZ sesuai kebutuhan lokal. Seperti yang dilakukan UPZ BSI dengan BSI Scholarship yang menjangkau ribuan penerima di seluruh Indonesia.
Di sektor kesehatan, Saidah mengatakan kontribusi UPZ Baznas sudah terlihat dalam penanganan stunting, layanan ambulans, dan pembangunan fasilitas kesehatan. Saat ini, mereka juga tengah menyiapkan Kapal Klinik untuk melayani masyarakat di daerah perbatasan, termasuk Sangihe dan Talaud.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
