Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 04.56 WIB

Sosok Rahman Thohir, Ojol yang Sebut Istilah Eskalasi dan Taruna saat Bertemu Wapres Gibran Ternyata Eks Pengacara

Rahman Thohir, salah satu pengemudi ojol yang bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka di Kompleks Istana Wapres, Jakarta, Minggu (31/9).(Medsos)

JawaPos.com - Sosok Rahman Thohir belakangan menjadi sorotan publik setelah videonya menggunakan istilah akademis seperti eskalasi dan taruna menyita perhatian publik. Sebagian warganet meremehkan cara bicaranya, karena dianggap tidak sesuai dengan profesinya sebagai pengemudi ojek online (ojol). 

Pernyataan Rahman menjadi sorotan setelah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) Rakabuming Raka di Kompleks Istana Wapres, Jakarta, Minggu (31/8).

Namun, di balik profesinya sebagai ojol, Rahman ternyata memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang tidak sembarangan.

“Kayaknya kita ini sebagai ojol sangat direndahkan oleh mereka yang berkomen dan mereka yang membuat konten. Apakah kita tidak boleh menggunakan kata intelektualitas, seperti eskalasi, edukasi, taruna,” kata Rahman Thohir menanggapi cibiran publik, dalam sebuah tayangan video yang beredar di media sosial, Jumat (5/9).

Rahman mengungkapkan dirinya merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dengan spesialisasi hukum internasional. Ia pun menegaskan siap menunjukkan ijazah asli, jika ada yang meragukan latar belakang pendidikannya. 

“Jujur saya bilang tadi, saya lulusan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, jurusan saya fakultas hukum dengan penjurusan lagi adalah hukum internasional, boleh nanti cek ijazah asli saya, oleh Mas Roy Suryo, ada,” tegasnya.

Tak hanya itu, Rahman juga pernah berprofesi sebagai advokat. Ia terakhir tercatat aktif sebagai anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) hingga tahun 2012. 

“Terus kedua, saya pernah berprofesi sebagai advokat, terakhir 2012 saya aktif di Peradi, jadi wajar saya punya public speaking baik. Peradi tahun 2012 sudah berakhir dan tidak saya perpanjang,” ujarnya.

Pengalaman sebagai advokat itulah yang membuat Rahman terbiasa berbicara dengan tenang dan penuh istilah akademis. Ia menilai wajar bila cara berbicaranya baik, mencerminkan latar belakang profesinya di masa lalu. 

“Jadi untuk public speaking saya raya, memang bidang saya, ko dipermasalahkan,” ungkapnya.

Rahman juga menepis anggapan bahwa pengemudi ojol identik dengan penampilan lusuh. Ia menuturkan dirinya memiliki enam jaket yang selalu dipakai bergantian untuk menjaga kerapian dan kenyamanan saat bekerja. 

“Saya punya jaket 6, seminggu sekali saya pasti ganti untuk on beat, jadi kalau kita pakai jaket lusuh, narik aja, komplen costemer pasti ada,” jelasnya.

Sebelumnya, pertemuan Gibran dengan para mitra ojol diunggah dalam sebuah tayangan video dalam akun media sosial Instagram @setwapres.ri. Dalam unggahan itu, Rahman menjadi perwakilan ojol yang berbicara dalam video tersebut.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore