
Ilustrasi aksi demo di Surabaya. LBH Surabaya Temukan indikasi polisi halangi bantuan hukum untuk demonstran yang tertangkap. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi masa yang berujung bentrokan, penjarahan, hingga perusakan fasilitas publik sudah lewat berhari-hari. Namun sampai sekarang dari pemerintah, belum ada penjelasan yang lengkap soal aktor di belakangnya. Publik dibiarkan menebak secara liar mulai dari aktor sampai motif di baliknya.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan, publik sekarang dihadapkan dengan tanda tanya besar. Publik melihat pemerintah seperti membiarkan aksi masa tersebut reda dengan sendiri. Sampai akhirnya kelak dilupakan.
"(Aktor dan motif) itu yang justru jadi tanda tanya publik. Kenapa tidak langsung diumumkan secara terbuka," katanya (5/9). Karena menurut Adi, publik meyakini pemerintah mempunyai segala instrumen untuk melacak aktor kuncinya. Sedangkan yang digaruk oleh kepolisian saat ini, kebanyakan warga yang terbawa emosi di tengah aksi demonstrasi.
Dia berharap pemerintah bisa segera terbuka ke masyarakat. Sehingga publik mengetahui siapa aktor di belakang kerusuhan sampai penjarahan. Pasalnya aksi tersebut diawali dengan penyampaian pendapat. Tetapi berubah menjadi kerusuhan yang mencekam hingga membawa korban jiwa.
Selain itu Adi juga menyinggung tentang 17+8 tuntutan masyarakat untuk pemerintah atau DPR. Dia merasa geli ketika ada pejabat yang mengatakan repot jika menuruti semua tuntutan itu. Dia mengatakan di mata rakyat tuntutan 17+8 tersebut mudah untuk diwujudkan. "Mestinya dipenuhi. Karena tuntutannya sangat mudah sebenarnya," katanya.
Dalam kesempatan lain kalangan perguruan tinggi mengingatkan kepada mahasiswa. Khususnya dalam setiap aksi menyampaikan pendapat. Seruan tersebut diantaranya disampaikan oleh Rektor Universitas Terbuka (UT) Ali Muktiyanto. Dia mengatakan mahasiswa harus bisa jadi teladan masyarakat. "Termasuk teladan dalam menyampaikan aspirasi," kayanya di sela puncak Dies Natalis ke-41 UT di Tangerang Selatan, Banten.
Kampus UT saat ini menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia. Data per Juni 2025 jumlahnya mencapai 676 ribuan mahasiswa. Mereka tersebar di seluruh Indonesia, karena menjalankan perkuliahan berbasis online atau digital. Ali berkepentingan untuk terus mengingatkan mahasiswa di tengah kondisi bangsa Indonesia terus berkembang seperti sekarang ini.
Dia mengatakan masyarakat, termasuk mahasiswa mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat. "Mari kita jadi teladan. Jadi teladan bagi diri kita, bagi lingkungan, dan bagi masyarakat. Mahasiswa harus jadi teladan dalam menyampaikan aspirasi," kata Ali.
Selain itu Ali mengatakan mahasiswa harus bisa menjadi teladan dalam menyerap aspirasi. Menurut dia, di era teknologi digital sekarang ini, informasi bertebaran dan menyebar dengan mudah. Kemudian informasi yang menyebar tidak semua benar. Informasi yang beredar bisa jadi hasutan, provokasi, dan lainnya.
"Kita harus bijak dalam memanfaatkan, mengadopsi, dan menyerap informasi," jelasnya. Menurut Ali, penyebaran informasi saat ini sudah tidak bisa dicegah. Informasi dengan bebas masuk ke ruang-ruang pribadi masyarakat.
Ali mengatakan saat ini keluarga besar UT jumlahnya mencapai 12 juta sampai 15 juta orang. Selain mahasiswa aktif, juga ada jutaan alumni yang tersebar di Indonesia. Dia meyakini para alumni sudah mempunyai kontribusi untuk mahasiswa. Termasuk kontribusi dalam menumbuhkan iklim demokrasi di Indonesia. "Mereka bisa menjadi inspirator yang baik untuk perkembangan demokrasi kita," katanya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
